Langsung ke konten utama

Menu Akhir-Akhir Ini


Beberapa hari terakhir ini saya makannya sederhana sekali. Sedang doyan dengan tempe goreng di warung nasi padang. Jadi yang sama masukkan ke dalam piring nasi yang sudah ditumpahi kuah kental penuh bumbu dan daun singkong yang super banyak plus sambalnya, hanyalah tempe goreng dan sekeping bakwan udang yang krispi. Sepiring nasi tempe begini hanya dihargai Rp6.000. Saya sedang mual dengan daging ayam. Padahal dulunya yang saya makan di warung nasi padang biasanya ayam goreng atau bakar.

Makan sayuran juga sekarang jadi kewajiban. Kalau tak makan daun-daunan yang hijau rasanya ada yang kurang dalam hidup sehari itu. Oiya minum es juga sudah ditinggalkan. Tak ingin susah melahirkan nantinya. Sedangkan tahu kurang saya suka yang di Pontianak ini. Saya kangen sekali dengan tahu yang ada di Jawai. Di warung tahu goreng yang sejak kecil saya kenal. Di sana saya selalu merasakan enaknya tahu goreng yang lembut dalamnya. Belum lagi rasa sambalnya yang khas dan juga aromanya yang mengingatkan saya tentang banyak hal.

Satu tahu yang dipotong menjadi 9 potongan dadu. Saya yang waktu itu tak lebih tinggi dari kuali di atas tempat penggorengan tahu sekarang sudah bisa melihat dengan jelas tahu yang digoreng di dalamnya. Tak banyak yang berubah dengan warung itu. Entah kapan saya bisa pulang dan mampir ke warung tahu tersebut.

Eh iya ngomong-ngomong soal menu makan saya beberapa hari terakhir ini sebenarnya sebelumnya saya makannya nasi sama Garang Asem saja sekitar semingguan. Daging ayamnya tak begitu banyak saya makan, saya lebih memilih menikmati kuahnya dan potongan tomat dan cabai di dalamnya. Paling suka Garang Asem di Pontianak ini yang dijual di Warung Soto Solo Berseri dekat Radio Volare. Semangkoknya hanya Rp8.000. Tambah nasi jadi Rp11.000. Taburan bawang gorengnya juga banyak. Suka deh dengan pedagang makanan yang nggak pelit bawang goreng.

Beberapa hari lagi saya yakin akan ada makanan lagi yang akan jadi menu beberapa hari berikutnya, tak tergantikan oleh makanan lain. Entah apa menunya. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan