Langsung ke konten utama

Kangen Ikan Lumek (Ikan Keladi)

Warnanya putih agak bening dengan aksen merah muda. Giginya tajam. Setiap akan memasaknya orang membersihkannya dengan cara memotong sedikit bagian leher atas dan menarik isi perutnya menggunakan kepala. Lalu potong-potong dan cuci. Ikan ini sulit untuk digoreng tanpa tepung karena sangat gampang hancur. Jadi memasaknya sebagai masakan berkuah jauh lebih baik. Apalagi jika dimasak dengan bumbu sop.

Ikan lumek masak sop adalah yang paling saya sukai. Ketika saya menanyakan tentang ikan ini pada kakak-kakak ipar saya, mereka menyebutnya ikan keladi. Di kampung saya mengenalnya ikan lumek karena tulangnya yang lembut. Lumek artinya lembut. Dari banyak ikan ini akan yang sangat unik dengan tulang lunaknya. Jadi kita tak perlu takut ketulangan atau ada tulang yang nyangkut di tenggorokan saat makan ikan ini. Tulangnya sama sekali tidak tajam.

Sudah lama sekali tidak makan ikan ini. Ikan ini ikan yang sangat murah di pasar. Itu mungkin sebabnya banyak orang tidak mencari ikan ini. Berat ikannya tapi murah harganya. Tentunya nelayan ingin dapat uang banyak dari hasil tangkapannya dan ikan ini bukanlah ikan yang mendatangkan banyak uang.

Kangen. Kangen berat sama ikan ini. Mengingatkan saya tentang banyak hal. Tentang ikan yang harus saya masak sendiri karena ibu saya tidak suka dengan ikan lumek. Menikmatinya sendiri. Saya ingat betul harga sekilonya waktu dulu pertama saya membelinya. Hanya 2.000. Murah bukan?

Di Pontianak ternyata cukup sulit menemukan ikan ini dibanding di kampung saya di Jawai Selatan sana. Dulu waktu masih menjaga warung kelontong Sudi Mampir milik Koh Ah Sin, hampir setiap hari saya membeli ikan ini buat dia. Dia memang suka sekali makan ikan lumek saat malam-malam sebelum tidur. Setelah dia menutup tokonya.

Rindu sekali dengan semua makanan yang biasa saya makan di kampung. Bagaimana denganmu yang sekarang jauh dari kampung apakah punya kerinduan terhadap makanan yang ada di tanah kelahiran?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan