Langsung ke konten utama

Hidup Itu Pilihan

Saya tak memahami orang yang bisa memasrahkan segala sesuatunya di dalam hidupnya. Memang kita harus menerima takdir tapi terkadang apa yang kita anggap takdir yang tak bisa diubah itu bisa saja kita mengubahnya kalau kita mau. Kalau memang kita benar-benar mau melakukan sebuah perubahan karena kita tak ingin menjalani segala sesuatunya yang tak sesuai dengan pilihan kita.
Paling mudah adalah mengenai mendapatkan suami yang tidak merokok. Saya yakin banyak perempuan di luar sana yang ingin mendapatkan suami yang bebas dari rokok. Karena selain asap rokok itu berbahaya buat kesehatan, membeli rokok juga pake uang. Tentunya merokok menjadi pemborosan yang cukup mengkhawatirkan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Melainkan soal perempuan yang seakan tak punya pilihan ketika berhadapan dengan laki-laki yang akan mempersuntingnya menjadi istri. Tak ingin menjadi perawan tua atau sudah kadung cinta membuat perempuan mengalah pada keadaan. Menikahlah mereka dengan laki-laki yang merokok dan tak mau berhenti merokok demi mereka.

Kalau memang cinta dengan seorang perempuan, seharusnya seorang lelaki siap meninggalkan kebiasaan buruknya.

Memang menemukan lelaki yang bukan perokok sekarang ini agak sulit. Apalagi jika kita berharap laki-laki tersebut mapan, punya pekerjaan yang baik, tidak kasar pada perempuan, enak dilihat, dan masih banyak persyaratan lainnya yang kita harapkan ada pada dirinya. Saya sendiri juga menikah dengan seorang lelaki yang sekarang tak lagi merokok. Dia berhenti total demi saya. Sebab sejak awal saya sudah memintanya berhenti atau tidak akan pernah ada pernikahan.

Setiap perempuan sama berharganya. Itu sebabnya saya tidak takut pernikahan itu batal karena dia tak sanggup berhenti merokok. Katakanlah saya beruntung bisa bertemu laki-laki seperti itu berkali-kali. Namun mengapa kita harus mengalah pada keadaan yang sebenarnya bisa kita perbaiki. Kita berhak mendapatkan yang terbaik yang sesuai dengan yang kita inginkan. Bukan lelaki yang sempurna tapi seorang lelaki yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Masalah kekurangannya yang lain tak perlu saya keluhkan sebab selama ini saya hanya memegang dua syarat utama untuk memilih suami. Penyabar dan bebas dari rokok.

Jika kamu yang membaca tulisan ini belum menikah, pilihkan dengan logika yang benar bukan hanya hati. Sebab kita akan hidup dengan laki-laki tersebut sampai usia memisahkan. Apabila sudah menikah dan ternyata suami menang dengan segala kebiasaan buruknya ya kita sendiri yang sudah memilih dia untuk menjadi pasangan hidup kita, hadapilah.

Buat yang hingga hari ini masih ketergantungan dengan rokok, berhentilah menikmati merokok sebelum rokok menikmati Anda.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan