Langsung ke konten utama

Printer Canon MP258 Tidak Bisa Reset Manual


Printer Canon MP258 milik saya yang usianya sudah lebih dari 2 tahun tombol resetnya sekarang tidak berfungsi. Entah apa penyebabnya. Barangkali karena kebanyakan saya sentuh atau bagaimana saya juga kurang paham. Satu hal yang jelas, saya tidak bisa membatalkan pekerjaan yang sedang dilakukan printer tersebut dengan menekan tombol reset. Banyak orang menggunakan tombol reset itu untuk menghentikan printer bekerja bukan? Walaupun sebenarnya fungsinya bukan hanya menghentikan semua pekerjaan yang sedang dia lakukan, tombol reset itu juga sangat penting untuk mengatur ulang atau mereset 'otak' printer tersebut saat dia sedang error.

Printer Canon MP258 memang kayaknya sering banget error ya. Entah hanya saya yang mengalaminya atau banyak orang di luar sana yang juga seperti ini printernya. Karena tombol resetnya tidak berfungsi lagi, agak menyulitkan reset secara manual, jadinya saat beberapa waktu lalu error banget. Kodenya sih P08 yang artinya catrigde-nya kepanasan. Mungkin saya memang terlalu aktif menggunakan printer tersebut. Rencananya kalo benar-benar tak dapat digunakan lagi saya ingin membawanya ke tukang servis.


Saya menggunakan cara primitif lagi nih untuk memperbaiki printer tersebut dari error P08. Caranya saya lepaskan semua kabel dari listrik dan juga dari printernya. Saya istirahat printer canon MP258 butut saya tersebut beberapa hari dan alhamdulillah, akhirnya sekarang printernya sudah bisa digunakan lagi seperti biasa. Jadi misalkan teman-teman punya masalah yang sama dengan printer canon MP258 di rumah tak ada salahnya memberikan waktu untuk dia beristirahat. Siapa tahu dia hanya kelelahan dipaksa bekerja setiap hari. Manusia aja butuh istirahat bukan?

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan