Langsung ke konten utama

Pelajaran Kehidupan (1)

Kehidupan mengajarkan kita tentang banyak hal. Tentang bahwa hidup ini tak sekadar makan, minum, dan tidur. Hidup lebih dari itu. Buat yang Islam pasti tahu betul bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Kita tak lagi hanya bisa melakukan itu di dunia nyata sekarang sudah ada dunia maya yang membuat jarak dan waktu tembus pandang. Kita dengan mudahnya bisa menebar apa saja kepada banyak orang. Entah itu manfaat atau sekadar mudarat.

Dulu, bertahun-tahun yang lalu, saya juga pernah menjadi pengguna sosmed yang labil dan alay. Masa itu sudah lewat. Tapi terekam. Jejak itu masih ada di sana. Saya pikir saya akan menjadi orang yang paling senang di dunia saat mengenal android dan sosial media itu lebih awal. Namun kemudian saya sadar bahwa akan jauh lebih baik saya mengenalnya saat saya sudah cukup dewasa untuk bertindak dan menanggalkan sifat labil dan alay tersebut.

Sekarang saya tak lagi spammer seperti dulu. Saat saya pikir tak begitu perlu untuk update status saya tidak melakukannya. Beda banget dengan awal perkenalan dengan sosial media. Kayak ada yang salah kalau nggak update status. Ada yang kurang aja gitu. Sekarang sih hanya tuntutan pekerjaan saya tetap harus bersentuhan dengan sosial media tersebut. Sekadar untuk menyalakan asap periuk nasi di dapur.

Walaupun saya pernah menjadi orang yang cukup ajaib di sosial media, saya menyadari banyak pembelajaran yang bisa saya ambil setelah menjadi orang yang dulu itu. Dulu. Bahwa saya tak ingin mengulangi masa-masa tersebut. Sudah lewat pribadi yang seperti itu. Sekarang memulai hal yang baru. Saya pikir sekarang saya lebih memilih ‘diam’ di sosial media dibandingkan harus mengatakan sesuatu yang menyakitkan buat orang lain atau mengatakan sesuatu yang memberikan energi yang negatif buat siapa pun yang membacanya. Karena tidak menyenangkan menjadi orang yang seperti itu.

Mau populer atau tidak, bukan itu tujuan kita bersosial media. Meskipun hanya 1 orang yang membaca status kita atau mendapatkan manfaat dari status tersebut saya pikir itu sudah lebih dari cukup dibandingkan kita populer, banyak yang baca status kita, lalu banyak yang terintimidasi dengan hal tersebut. Setidaknya kalau tak bisa mengatakan hal yang baik tentang orang lain, memuji diri sendiri tentu jauh lebih bermanfaat daripada menghina orang bukan?

Hidup hanya sekali. Kita tentu tak ingin menghabiskan energi kita untuk melakukan hal-hal yang melelahkan dan pada akhirnya tak memberikan manfaat buat siapa pun. Malah sebaliknya memberikan mudarat buat kita dan banyak orang di luar sana. Setiap orang bisa berubah dan saya yakin semua orang yang kemarin mengatakan hal yang tak bermanfaat ada kemungkinan hari ini akan membuat perubahan yang sangat positif buat orang di sekitarnya. Asal kita mau saya rasa.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan