Langsung ke konten utama

Mengapa Saya Menjadi Blogger

Sebenarnya tak pernah terpikirkan akan menjadi seorang blogger. Sejak kecil yang ada di pikiran saya hanyalah ingin terus menulis setiap hari karena saya mnyukainya. Seiring berjalannya waktu. Zaman berubah. Kita tak lagi mengetik menggunakan mesin tik saja. Sekarang sudah era digital. Segalanya menjadi digital dan di sinilah saya berada. Menjadi seseorang yang menulis secara online pula. Sebab ternyata menyenangkan bisa 'menerbitkan' tulisan dan dibaca banyak orang.

Saya tak ingin terburu-buru mengatakan bahwa dengan menjadi blogger kita bisa dapat penghasilan atau mendapatkan ketenaran. Sebab jauh dari semua itu, saat saya melihat ke belakang saya menemukan diri saya yang pertama kali menulis di blog ini tanpa mengharapkan apa-apa. Hanya ingin mengabadikan tulisannya. Barangkali saya dulu sedemikian kesepiannya dan berteman dengan banyak orang cukup mengkhawatirkan menurut saya. Tak ingin saling menyakiti dan akhirnya saya tak benar-benar punya banyak teman.

Di blog inilah saya bisa lebih banyak bercerita. Seakan menemukan tempat untuk mengatakan apa pun yang tak bisa saya katakan pada orang lain. Sebab saya yakin tak semua orang terlahir sebagai pendengar yang baik. 'Berbicara' dengan blog seakan menjadi terapi yang menyenangkan. Kita benar-benar didengarkan. Walaupun sebenarnya dengan memiliki satu mulut dan dua telinga seharusnya kita memang memiliki kemampuan mendengar lebih baik dari berbicara.

Kita saja yang kadang-kadang lebih menyukai didengarkan. Tenang, kamu nggak sendirian. Saya juga seperti itu biasanya. Didengarkan itu selalu jauh lebih menyenangkan. Itulah yang akhirnya membuat menulis di blog itu menjadi kegiatan yang tak bisa saya hentikan. Selalu ada yang kurang jika tidak menulis. Ada cerita yang tak henti-hentinya mampir untuk dituliskan setiap hari.

Kemudian memang harus saya katakan juga bahwa menjadi blogger itu sangat menyenangkan secara finansial. Saya bertahan hidup melalui blog ini. Alhamdulillah, keputusan saya memilih untuk menjadi blogger tidak salah.

Selamat hari blogger nasional teman-teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan