Langsung ke konten utama

Kebersamaan: Kunci Keluarga Bahagia



Memiliki keluarga bahagia merupakan salah satu keinginan yang ada dibenak seluruh anggota keluarga. Sebab, mempunyai keluarga yang diselimuti rasa bahagia setiap saat bisa dijadikan suatu wujud nyata kasih sayang dan cinta dalam keberlangsungan hidup bersama. Ingin mewujudkan hal tersebut? Caranya adalah dengan meluangkan waktu di sela kesibukan masing-masing untuk berkumpul. Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa kebersamaan yang intensif merupakan kunci utama dari kebahagiaan berkeluarga.

Keluarga yang bahagia bisa terwujud bila semua anggota keluarga bersedia dengan sengaja menyisihkan waktu untuk berkumpul di sela kesibukan masing-masing beberapa menit setiap harinya. Dengan begitu, ada banyak manfaat bila anda melakukan hal ini secara rutin, antara lain:

· Komunikasi antar anggota keluarga semakin terhubung dengan baik.
· Rasa sayang dan cinta dari seluruh anggota keluarga dapat terlihat dan diekspresikan.
· Tali persaudaraan semakin erat dan terhindar dari adanya masalah-masalah yang bisa berpengaruh buruk terhadap kekokohan rumah tangga.

Itulah yang membuat anda perlu meluangkan waktu untuk berkumpul, mengobrol dan berbagi cerita dengan pasangan maupun anak-anak anda setidaknya di pagi hari sambil sarapan bersama ataupun ketika sore dan malam hari menjelang tidur. Kegiatan bersama tiap minggu untuk bersih-bersih rumah atau sekedar berolah raga santai di halaman bisa juga anda jadikan agenda kebersamaan yang seru dan dapat memperkuat keluarga anda menjadi keluarga bahagia.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan