Langsung ke konten utama

Tips Berguna Untuk Para Backpackers


Copyright: dontflygo.com

Backpaking bagi para pecinta travelling saat ini sudah semakin diminati. Sesuai namanya, cara travelling yang satu ini hanya mengandalkan satu atau dua backpack, bukan koper berukuran besar dan beroda. Nah, untuk membuat perjalanan nyaman sampai kita kembali nanti, kita perlu mempersiapkan beberapa hal. Dari mengetahui apa saja yang perlu dibawa dalam backpack, hingga mengetahui cara mencuci baju yang benar saat pulang nanti. Berikut beberapa tips yang dapat berguna bagi para pecinta backpackers.

Siapkan Segala Sesuatu

Jika ada perubahan rencana di tengah-tengah perjalanan, tidak masalah, karena ini keunikan dari backpacking. Mungkin kita akan menemukan tempat-tempat menarik yang tidak kita ketahui sebelumnya. Tapi lebih baik jika kita menyiapkan segala sesuatunya lebih awal. Beritahu seseorang, bisa keluarga atau teman, ke mana kita pergi. Hal ini untuk berjaga-jaga jika kita pergi ke tempat terpencil dimana komunikasi akan sulit, paling tidak ada orang yang tahu di mana kita berada.

Membeli tiket pesawat murah beberapa bulan lebih awal biasanya menjadi pilihan para backpackers. Sebaiknya kita melengkapinya juga dengan membeli tiket transportasi di tempat tujuan, seperti tiket kereta atau bus. Rajin-rajin browsing untuk mencari informasi orang yang pernah mengunjungi tempat tujuan kita sebelumnya, sangat membantu. Kita jadi bisa tahu hal-hal tambahan apa saja yang perlu disiapkan.


Jika bepergian bersama teman, pilihlah orang yang suka berpetualang supaya perjalanan kita lebih nyaman. Siapkan pula dokumen yang dibutuhkan, seperti paspor jika kita pergi ke luar negeri, peta, tiket pesawat dan lain-lain.


Berkemas Ringan


Kita sering membawa baju terlalu banyak saat bepergian. Mungkin kita sangat ingin memakai baju-baju kesukaan kita untuk keperluan foto-foto. Tapi kita harus memutuskan untuk membawa baju-baju yang penting saja. Perhitungkan berapa lama, sejauh apa dan tempat-tempat yang kita akan kunjungi dan sesuaikan dengan barang bawaan kita. Maskapai pesawat menerapkan denda jika membawa beban berlebih. Tentunya kita tidak mau uang yang kita siapkan keluar percuma hanya untuk membayar denda ini. Selain itu, hal ini juga bisa memperlambat waktu berkemas kita jika ingin bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Bawalah sebuah tas lain, seperti tas selempang, untuk digunakan di tujuan. Ini sangat berguna jika kita ingin berjalan-jalan di daerah wisata tanpa harus membawa backpack yang besar. Tas ini sebaiknya berukuran sedang, tetapi cukup untuk membawa barang-barang penting seperti tiket, paspor, kamera dan handphone.


Sisakan sedikit ruangan dalam backpack, kemungkinan besar kita menemukan hal menarik sepanjang jalan yang ingin kita beli. Membawanya dengan kantung atau tas terpisah mungkin bukan pilihan yang nyaman.


Sesampainya di rumah saat selesai bepergian nanti, pastinya badan kita akan terasa sangat lelah dan serasa ingin beristirahat. Tapi ada satu hal yang sebaiknya jangan kita tunda terlalu lama, yaitu merapikan backpack dan mencuci pakaian di dalamnya. Jika kita diamkan terlalu lama, baju di dalamnya dapat mengeluarkan bau tidak sedap. Cara mencuci baju yang benar sehabis bepergian adalah dengan memilahnya terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam mesin cuci. Mungkin beberapa baju terkena noda lumpur atau noda berat lainnya yang memerlukan penanganan terlebih dahulu. Ini untuk memastikan saat dicuci nanti noda tidak bertambah berat atau tercampur ke baju yang lain.

Masih banyak informasi tentang cara mencuci baju dan menghilangkan noda yang bisa ditemukan di http://www.bersihbersih.com/id/cucian-&-mencuci .

Moga-moga dengan tips ini backpacking kita jadi semakin lancar. Dan kita akan kembali dengan membawa kenangan yang indah, bukan pengalaman tidak menyenangkan.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan