Langsung ke konten utama

Sedang Ngefans Sama Bakwan Lawit


Sudah pernah ke Pontianak? Saya sendiri sudah 9 tahunan di Pontianak baru kali ini makan gorengan yang bikin ketagihan. Beberapa malam ini saya hanya ingin makan bakwan lawit. Namanya bakwan lawit karena gerobak gorengannya terletak di dekat Gang Lawit. Jadi tak ada kaitannya dengan kapal lawit. Tadinya saya pikir jualannya di dekat kapal lawit tanpa tahu bahwa di Pontianak ada lho Gang Lawit.

Pernah sih dengar tentang bakwan yang terkenal ini. Padahal ya penjualnya menggelar dagangan di gerobak sederhana. Bermodalkan dua kuali besar dan tangan yang cekatan. Mereka berhasil membuka cabang di beberapa tempat di Pontianak. Jual gorengan memang bisa sukses di Pontianak. Asal bisa membuat gorengan yang enak. Dijamin deh banyak pelanggan yang antri.

Saya bisa menghabiskan hingga 10 potong gorengan sekali duduk. Enak banget sih terutama bakwannya yang menggunakan banyak potongan kucai. Jarang-jarang nemuin pedagang gorengan yang nggak pelit sayur kucai. Biasanya hanya sedikit kucai yang digunakan oleh pedagang. Harum dan aroma khas bakwan lawit memang istimewa dengan potongan kucai tersebut.

Udah gitu saosnya yang beda dengan saos botolan atau saos tukang gorengan yang lain membuat saya semakin suka sama gorengan yang satu ini. Suami juga suka sih. Jadinya kami kalau malem-malem kepengen makan sesuatu tinggal melipir ke dekat Gang Lawit. Penggorengan raksasa dan pedagangnya yang lebih dari dua orang. Ada yang sibuk menggoreng. Bikin adonan. Melayani pelanggan. Penggorengannya saja ada dua. Satu untuk menggoreng adonan mentah, satu lagi buat mematangkan gorengan.

Saking panasnya itu penggorengan dan minyaknya, puluhan bakwan mateng dalam waktu singkat. Jadi walaupun antrian panjang, jangan takut kelamaan nunggunya sebab pelayanannya juga cepat kok. Bahkan kita belum sempat ngitung gorengan yang masuk ke bungkusan, dia sudah selesai membungkusnya dan memberikan kembalian uang kita.

Bakwan Lawit ini sudah lama sekali bukanya. Tepatnya sih tidak tahu sejak tahun berapa. Kayaknya boleh ditanyain ke mertua soal ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan