Langsung ke konten utama

Banyak Banget Lomba Nulis



Bulan September ini banyak sekali lomba menulis dan saya ingin ikut semuanya. Setidaknya ada empat lomba menulis, ada cerpen, cerbung, dan novel. Entah mana yang benar-benar bisa saya ikuti. Beberapa hari terakhir ini jemari saya sudah gampang lagi menari di keyboard. Saya sudah bisa mengetik dengan cepat dan menulis lebih panjang. Memang harus kembali ke kebiasaan semula. Sudah 10 bulan menikah. Banyak sekali yang harus saya ubah. Sehingga menurut saya pribadi, blog Honeylizious ini agak terbengkalai. Sedikit tersisihkan dengan posisi suami. Walaupun sebenarnya suami sangat memaklumi jika saya lebih banyak duduk di depan komputer dibandingkan berdiri di dapur untuk memasak.

Makanya sekarang saya harus lebih serius lagi untuk membuat postingan terjadwal. Mengurangi ikut lomba main game online. Kadang kalau sudah memegang smartphone game adalah yang pertama saya buka. Hadiahnya menggiurkan semua sih. Itu sebabnya saya aktif skelai pengen ikutan. Apalagi hadiah yang sekarang itu voucher travel senilai 50juta. Berarti bisa buat umroh dua orang tuh hadiahnya. Bisa buat nenek dan ibu mertua saya yang belum pernah jalan-jalan ke tanah suci.

Rasa malas adalah yang harus saya lawan dipagi hari. Apalagi sebentar lagi menjadi mahasiswa di kampus yang baru. Rencananya memang mengambil kuliah pagi hari supaya saya bisa bangun awal. Sayang banget waktu banyak saya habiskan untuk tidur. Padahal dua tiga jam yang terbuang di pagi hari itu bisa saya manfaatkan untuk menulis atau membaca bahkan sekarang bisa saya gunakan untuk kuliah.

Sambil mengetik cepat seperti ini saya jadi ingat 9 tahun yang lalu saat saya pertama kali mengetik menggunakan komputer sebagai mahasiwa yang menyusun makalah. Ya ampun itu ketikan nggak rapi, banyak typo dan selembar saya menghabiskan tiga jam. Sekarang alhamdulillah sehalaman 10 menit sudah kelar. Apalagi kalau nantinya saya tak hanya mengetik menggunakan empat lima jari saja. Sepuluh jari adalah impian saya selama ini dan belum berhasil saya wujudkan.

Lomba menulis yang sangat banyak itu insha Allah akan saya ikuti semua. Mana aja yang menang alhamdulillah. Kalau nggak menang pun nggak apa-apa. Anggap pengalaman buat ikut di lomba yang lainnya. Lomba ngeblog juga nggak kalah banyak ni. Serakah banget ya ikut lombanya. Biar banyak kesempatan buat menang aja sih. Kalau cuma ikut satu dan kalah kan sayang. Mendingan ikut banyak-banyak siapa tahu ada yang nyantol dan menang.

Memang terlalu banyak job yang saya jalani. Selain jadi admin di blog sendiri juga jadi admin di blog orang. Terus jadi admin juga di beberapa akun sosial media. Melelahkan? Sekarang sih mulai terbiasa. Apalagi bisa membuat postingan terjadwal untuk beberapa akun. Saya juga masih sibuk promosi dagangan bros yang saya mulai sejak April lalu. Beberapa model sudah saya buat dan alhamdulillah beberapa reseller sudah banyak yang laris dagangannya.

Kkalau berminat mau jadi reseller dagangan saya bisa langsung add bbm saya ya di 79E87D9B. Terus whatsapp juga boleh 085213626011. Semua foto dagangan bisa dicek di instagram atau twitter di bawah ini. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan