Langsung ke konten utama

Terima Kasih Banyak, Kak Long untuk Semua Penderitaan Ini (Bagian 2)



Sebelum membaca tulisan ini, supaya lebih nyambung silakan baca tulisan Bagian 1.

Kak Long itu cantik. Pacarnya banyak. Tapi dari dia saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa siapa saja bisa menjadi cantik tapi kecantikan bukan hal yang utama untuk mendapatkan pasangan. Sebab pada akhirnya laki-laki butuh seorang perempuan yang mengerti keadaan mereka. Bukan yang menuntut ingin perhatian hanya untuknya dan tak pernah memberikan kepercayaan sama sekali padanya.

Umak adalah orang yang paling banyak memberikan motivasi buat hidup saya. Sedangkan Kak Long adalah contoh besar sebuah pembelajaran penting di dalam kehidupan. Walaupun diberikan Allah 'untuk tidak ditiru' atau 'don't try this at home'. Namun saya sangat beruntung memiliki kakak sulung seperti dia. Beda sih dengan beberapa tahun sebelumnya saya sangat membenci kehidupan saya yang sendirian dan harus jauh dari orang tua gara-gara memiliki kakak sulung seperti dia. Saya pikir, dia membuat kehidupan saya menjadi tidak normal.

Sejak kecil dia akan diberikan pakaian terbaik dan termahal sedangkan saya dan adik perempuan saya akan mendapat yang termurah dan serupa pula. Memang sih rata-rata orang tua akan membelikan barang yang serupa untuk anak perempuannya. Tapi kakak sulung saya pasti akan marah besar jika mendapatkan barang yang sama dengan dua adiknya. Adik saya sendiri mengalami siksaannya beberapa tahun kemudian setelah kakak sulung pindah dari rumah Uwan kembali ke rumah Umak. Sekarang adik saya sedang menikmati petualangannya menjadi guru kontrak di NTT. Menjauh juga dari rumah karena akan disiksa juga jika bertemu. Paling tidak dia akan memaki adik saya kalau tak bisa menyentuh fisiknya.

Dulu saya marah dengan kehidupan saya sendiri. Betapa kesalnya saya karena tak bisa seperti orang lain yang punya 'rumah' untuk pulang. Saya tak bisa pulang jika tak ingin disiksa. Hingga sekarang pun saya memilih untuk tidak pulang sebab bukan saya saja yang akan disiksa melainkan Umak juga. Biasanya dia akan memalak sejumlah uang dari Umak saat mengetahui kami pulang. Lebaran tahun lalu dia meminta dibelikan rumah karena saya pulang membawa sepeda motor.

Terdengar gila? Itu kakak sulung saya. Kakak yang akhirnya saya sadari adalah sebuah keberuntungan yang diberikan Allah untuk saya. Bukan ketidakberuntungan. Bukan karena Allah sengaja ingin menghancurkan kehidupan saya satu-satunya. Sebab dengan memberikan kakak sulung seperti dia, Allah ingin saya menjadi diri saya yang sekarang. Saya yang mencapai semua target di dalam kehidupan saya sendiri. Ini hanya satu ujian paling besar di dalam kehidupan saya. Paling penting lagi Allah ingin melihat saya menadahkan tangan sembari mengucapkan syukur untuk semua penderitaan yang diberikan Kak Long.

Satu di antara luka yang dia berikan masih ada sampai sekarang di paha kanan saya. Membesar seiring ukuran tubuh saya yang membesar. Luka itu dulunya tak sepanjang itu. Sekarang sedemikian panjang lukanya. Luka yang akan selalu mengingatkan pada seorang perempuan yang dulunya sedemikian bersinar di dalam kehidupannya, sekarang cahaya itu meredup. Akhirnya dia hidup sendiri di rumah yang Umak belikan dengan tambahan uang dari saya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan