Langsung ke konten utama

Terima Kasih Banyak, Kak Long untuk Semua Penderitaannya (Bagian 4) Penutup


Baca dulu Bagian 1, Bagian 2, dan Bagian 3.

Ini akan menjadi bagian penutup untuk tulisan panjang saya sebagai bentuk terima kasih saya untuk Kak Long yang telah memberikan penderitaan yang sangat panjang dalam kehidupan saya. Semoga Umak, Abah, dan adik-adik saya yang juga diberikan penderitaan olehnya bisa mengucapkan rasa syukur untuk semua penderitaan itu.

Saya tidak akan pernah menikah dengan M. Arief Eka Putra jika saya tidak memiliki Kak Long seperti dia. Sebab setelah selesai kuliah pastinya saya akan pulang ke kampung halaman. Mungkin akan menjadi guru di sana. Menemukan jodoh sesama guru pula. Punya anak kemudian menua. Tapi Allah punya rencana lain. Dia sudah menyiapkan jodoh saya di Pontianak. Tanah yang tak bisa saya tinggalkan. Satu-satunya tempat saya bertahan hidup sendirian. Allah sudah membuat skenario supaya saya tetap berada di sini.

Saya dipertemukan dengan teman-teman dari Pesta Blogger tahun 2010 yang membuat saya membuat blog baru dan belajar mengisinya. Tahun 2011 mendapatkan blog ini, Honeylizious.com, sebagai hadiah ulang tahun dari seorang teman. Lalu melalui perjalanan yang cukup panjang, menang banyak lomba, yang akhirnya membuat saya memiliki smartphone Lenovo A800, yang sekarang sudah rusak. Lewat smartphone tersebut yang saya install WeChat saya dipertemukan dengan suami saya yang kantornya tak jauh dari tempat saya bekerja.

Bertahun-tahun kami bekerja di jalan yang sama, bertahun-tahun dia melewati kantor saya demikian pula saya sendiri. Bahkan dia sering mendengar suara saya mengudara di Radio Volare bertahun-tahun. Tanpa menyadari bahwa inilah perempuan yang akan dia nikahi tahun 2013 nanti.

Seandainya, saya tidak memiliki kakak sulung seperti Kak Long, kami mungkin tak ditakdirkan untuk berjodoh. Tahun 2013 itu saya akhirnya menyadari, inilah alasan terbesar Allah memberikan kakak sulung seperti dia untuk saya. Entah apalagi rahasia yang akan Allah tunjukkan melalui kakak sulung yang saya miliki itu.

Di sini saya juga sudah punya orang tua. Punya Mamak (ibu mertua), punya Mamie, dan Ayah. Untuk menggantikan keberadaan Umak dan Abah yang sebenarnya tak begitu jauh, hanya terpisah beberapa ratus kilometer tapi tak bisa saya temui. Di sana ada Kak Long yang menghalangi pertemuan kami.

Saya tak lagi marah dengan keadaan yang saya jalani. Apalagi sekarang saya sudah berdua. Sudah ada bahu untuk bersandar. Terima kasih Kak Long, untuk semua penderitaannya. Karena melalui semua penderitaan itu akhirnya, adikmu ini menjadi seorang Rohani Syawaliah yang menuliskan ini. Semua impian yang pernah saya tuliskan sekarang alhamdulillah sudah terwujud dan sekarang saya sedang menuliskan impian-impian baru untuk diwujudkan.

Jika saja Kak Long bisa menyadari kebaikan Allah untuk kehidupan kita dan memiliki sedikit rasa syukur saja di dalam kehidupan ini, saya yakin hidup Kak Long tak akan sendirian seperti sekarang. Lepaskan rasa benci dan iri itu, ikhlaskan yang sudah lewat dan cobalah untuk berbahagia sedikit saja. 

Lepaskan Long, lepaskan saja.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan