Langsung ke konten utama

Terima Kasih Banyak, Kak Long untuk Semua Penderitaannya (Bagian 3)


Baca dulu Bagian 1 dan Bagian 2.

Dia selalu bilang bahwa dia seharusnya anak tunggal. Sehingga bisa menguasai semua harta orang tuanya. Padahal harta orang tua saya tak seberapa. Orang tua saya bukan orang kaya kok. Walaupun sekarang kehidupan orang tua saya alhamdulillah sudah lumayan enak. Tak berkekurangan seperti dulu lagi. Setidaknya bisa makan enak tiap hari. Nggak kayak dulu yang mikirnya, besok masih bisa makan nggak ya. Maklum Umak saya hanya seorang guru dan Abah petani yang tak begitu sukses. Lebih banyaknya lagi Abah tak bekerja. Bisa dikatakan Umak yang menopang kehidupan keluarga sepenuhnya.

Keadaan itu yang sering membuatnya marah dengan kehidupannya. Dia bilang seharusnya dia bisa hidup seperti anak-anak lain. Berkecukupan jika punya Abah yang berpenghasilan banyak. Padahal saya yakin banget, di luar sana banyak juga yang tak punya Abah atau Abahnya tak bisa menghasilkan uang karena fisiknya lemah atau apa pun alasannya pasti ada. Anak-anak yang hidupnya tak jauh beda dengan kami. Hidup miskin semasa kecil membuat dia suka menyalahkan keadaannya sekarang. Bukannya yang paling penting bagaimana kita di masa sekarang? Bagaimana kita mengubah keadaan yang tidak menyenangkan itu menjadi lebih baik?

Saya dilahirkan dari orang tua yang sama tapi memang jalan kehidupan yang kami jalani akhirnya berbeda. Sebab saya memandang segalanya berbeda dengan cara Kak Long melihatnya. Bagi saya itu semua sudah suratan nasib dan bukan penentu penderitaan kita selanjutnya. Buktinya, penderitaan yang diberikan Kak Long untuk kehidupan saya membuat saya lebih kuat untuk berdiri sendiri dan memaksa diri untuk mandiri secara finansial sehingga tidak perlu meminta bantuan keuangan dari orang tua.

Titik balik di dalam kehidupan saya yang sempat saya rutuki tahun 2012 lalu. Masih awal tahun 2012, seingat saya Mei 2012. Saya masih ngekost bersama adik bungsu saya. Waktu itu saya masih menjalin komunikasi dengan kakak sulung saya. Walaupun sebenarnya saya capek membalas semua pesan yang dia kirimkan. Karena saya juga punya kehidupan yang cukup menyibukkan dan menyita waktu saya. Terakhir kali dia mengirimkan pesan singkat saya telat membalasnya. Itu yang membuat dia marah besar dan akhirnya saya meledak.

Saya jelaskan saya sudah capek membalas semua pesannya. Akhirnya dia mengambil kesempatan itu untuk memisahkan saya dari adik bungsu saya dan mengambil semua yang saya punya. Karena memang sepeda motor dan laptop saya itu dibelikan oleh Umak. Jadi baginya, semua yang dibelikan sama Umak adalah miliknya. Dia bilang itu Umaknya bukan Umak saya.

Kesabaran saya habis sudah. Saya relakan dia datang ke Pontianak dan mengambil semuanya. Tapi dengan syarat dia tak boleh lagi mengganggu kehidupan saya. Itu yang membuat saya akhirnya tak bisa pulang lagi. Kalau bertemu dengannya dia pasti akan memukuli saya. Setelah perebutan paksa semua barang itu saya ngungsi ke gudang kantor dan tinggal di sana lebih dari satu tahun. Sebelum akhirnya saya menikah dan tinggal berdua dengan suami.

Sebulan setelah kejadian itu saya tiba-tiab juara 1 lomba ngeblog di lakubgt.com dan akhirnya saya membeli laptop baru dari uang tersebut. Kemudian tahun depannya saya mendapatkan hadiah sepeda motor dari LINE Messenger. Memang waktu yang cukup panjang. Namun ternyata Allah mengganti sepeda motor butut tersebut dengan sepeda motor baru secara gratis pula. Alhamdulillah. Saat itu saya akhirnya menyadari bahwa inilah jalan yang harus saya lewati untuk lulus dalam ujian-Nya. Ketika saya ikhlas memberikan semua yang saya punya untuk memuaskan nafsu sesaat Kak Long saya yang sengaja ingin membuat saya menderita dan dia pikir dia sudah menang dengan mendapatkan itu semua, ternyata Allah menggantinya dengan hadiah yang lebih baik.

Sepeda motor yang dia rebut itu dia jual dan dia belikan handphone baru, ternyata setahun kemudian handphone tersebut rusak tak bisa digunakan lagi. Sedangkan laptop yang dia ambil hitungan bulan juga rusak.


Nikmat Allah mana lagi yang bisa saya dustakan?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan