Langsung ke konten utama

Resep Cupcake Red Velvet Spesial


 
Maraknya tren kue berwarna merah atau red velvet membuat resep cupcake red velvet ikut eksis dan digandrungi banyak pecinta kuliner. Sama halnya dengan adonan kue red velvet, cupcake red velvet juga memiliki bahan-bahan dan teknik pembuatan yang serupa. Namun bedanya, cupcake tersebut disajikan dalam bentuk cup yang cocok dijadikan satu porsi untuk satu orang. Dan tidak lupa, agar menarik cupcake tersebut diberi frosting yang dapat mempermanis penampilan.

Berikut ini resep membuat cupcake special yang bisa anda coba di rumah.

·         Bahan-bahan:
Butter, telur, gula pasir, tepung terigu, baking powder, buttermilk, esens vanilla, pewarna makanan merah.
·         Cara membuat:
1.       Kocok butter, gula pasir dan telur hingga rata dan mengembang.
2.       Masukan terigu dan baking powder pada adonan sambil diaduk perlahan.
3.       Masukan buttermilk, vanilla dan pewarna makanan hingga rata dan warnanya merah menyala.
4.       Tuang adonan dalam loyang cupcake yang sudah dilapisi kertas khusus cupcake sampai ¾ bagiannya.
5.       Masukan dalam oven dan biarkan hingga matang merata.

Jika anda tidak menggunakan butter, anda bisa menggantinya dengan margarine Blue Band Cake And Cookie yang sifat dan aromanya mirip seperti butter. Dan untuk frosting, anda bisa menggunakan cream cheese yang sudah dikocok dengan butter, gula halus dan susu agar cupcake memiliki rasa yang makin nikmat. Itulah resep cupcake red velvet yang bisa anda coba di rumah untuk menu camilan di akhir pekan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan