Langsung ke konten utama

Berdagang di Lapak Orang?

Baru aja nyobain nulis dalam bahasa Inggris sekarang mau curhat dalam bahasa Indonesia aja ah...

Memiliki beberapa fanspage akhirnya membuka mata saya tentang satu hal. Lapak spam. Apakah teman-teman yang punya fanspage menyadari ini dan akhirnya memutuskan tak ada yang boleh posting kecuali admin?

Dari semua lapak spam itu, semuanya sama. Jualan baju. Grosiranlah.... apalah. Beberapa waktu lalu sampai-sampai saya harus menghubungi nomor pemilik toko online yang jualan di facebook tapi ngiklannya ke lapak orang lain. Halaman kan milik masing-masing, lucu aja rasanya ya kalau ada yang dagang tapi nebeng di halaman orang lain.

Apakah mereka tak pernah membayangkan halaman yang mereka titipi dagangan mereka tanpa izin tersebut fungsinya untuk apa? Bukannya sekarang banyak grup di facebook yang menyediakan tempat buat lapak dagangan nyepam? Mereka itu nyepam saking nggak lakunya apa bagaimana ya? Soalnya selama ini saya dagang nggak nyepam di halaman dagangan orang lain. Karena saya merasa itu sangat tidak sopan.

Membangun halaman facebook dan mendapatkan like secara natural butuh waktu dan usaha. Tak mudah. Tapi apa salahnya sih ya bikin fanspage sendiri. Lima menit juga jadi. Terus nyepamlah di sana sendiri. Kalau memang dagangan kita menarik dan dibutuhkan orang lain, pastilah ada yang beli. Beriklan memang tak boleh putus, tapi beriklan di tempat yang tak seharusnya bukannya akan membuat halaman facebook orang jadi semak ya?

Setiap ada yang posting biasanya akan saya banned di halaman facebook tersebut. Tapi kayaknya mereka punya 1.000 akun bayangan buat beroperasi. Kesannya jadi kayak penipuan ya? Bos saya dulu bilang kalo mau berdagang yang pertama harus kita pegang adalah kepercayaan orang. Kepercayaan itu dibangun. You have to earn it. Bukan hal yang gampang. Apa nggak capek nyepam kayak gitu? Mungkin ada toolsnya kali ya. Sehingga mereka tak butuh waktu lama untuk melancarkan aksi nyepam di lapak orang dengan akun yang lain kalau memang akun sebelumnya di banned.

Lucu sih ya... lucu-lucu menyebalkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan