Langsung ke konten utama

Apakah Audit Energi Listrik Itu?



Kegiatan mengevaluasi suatu kelompok, produk atau sistem yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya yang berkompeten serta mengetahui liku - likunya ini biasa disebut sebagai kegiatan auditing. Auditing ini biasanya oleh perusahaan akan mengevaluasi biasanya mengenai evaluasi keuangan perusahaan. Namun jangan terlalu kurang pergaulan, sebab auditing ini tak sebatas pada keuangan saja sebab masih ada jenis lain dari audit itu sendiri seperti audit yang berfokus pada audit operasional suatu organisasi atau lembaga, audit kepatuhan terhadap suatu peraturan di suatu organisasi, lembaga atau instansi tertentu. Selanjutnya ada juga audit energi yang mana pasti akan ada evaluasi terhadap penggunaan energi, dan dari sinilah isi artikel ini akan disampaikan mengenai kegiatan evaluasi energi terutama energi listrik.

Bagi sebagian orang pasti kurang akrab akan kegiatan auditing sumber energi seperti listrik karena bagi sebagian besar orang audit itu untuk keuangan saja. Jangan salah, energi pun harus ada proses auditingnya. Lantas apa sebenarnya auditing di bidang energi? Auditing mengenai energi listrik utamanya adalah proses evaluasi atas pergerakan lalu lintas listrik suatu tempat dalam jangka waktu tertentu. Adapun yang akan diaudit nantinya berupa seberapa banyak energi listrik yang telah digunakan suatu tempat tersebut yang nantinya akan diaudit juga masalah keuangannya dalam penggunaan energi dengan besaran tertentu. Tentunya, proses auditing ini memerlukan banyak proses atau tahapan agar diperoleh kesimpulan dan data yang akurat yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya.

Namun terdapat tujuan dilakukan auditing energi ini antara lain seperti perusahaan dapat menilai secara pasti melalui data-data tentang pengontrolan keluarnya energi listrik ini supaya nantinya tidak habis, juga dapat menilai kinerja suatu perusahaan apakah membaik atau memburuk. Makanya audit pada perusahaan yang bergerak di bidang energi dan sumber daya alam sangat diperlukan dan bersifat krusial. Demikian saja, semoga pembahasan singkat dari artiket yang memiliki topik utama terkait audit energi listrik ini bermanfaat dan membantu anda untuk mengetahui apa itu dan tujuan audit sumber energi itu sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan