Langsung ke konten utama

Tips Sehat Agar Tetap Bugar di Musim Hujan



Ya ampun, Pontianak panas ya teman-teman. Memang sih beberapa hari terakhir ini panasnya poll dan cahaya mataharinya itu benar-benar menusuk kulit. Makanya saya lebih suka berada di rumah dan menyalakan kipas angin atau AC. Kalau sudah tak tertahankan panasnya, saya akan memilih mandi. Sebenarnya sih berharap mandinya pake air es tapi tak tahu apakah boleh mandi dengan air es untuk menurunkan suhu badan yang tinggi. Kepala juga agak pusing kalau habis dari luar rumah dan berkeliling dengan sepeda motor.

Untungnya saya hanya kerja di luar rumah 3 hari dalam seminggu. Setidaknya selama empat hari saya bisa kerjanya di rumah saja. Walaupun kadang pada akhirnya saya tetap harus keluar rumah dan mengantar barang ke kantor pos atau ekspedisi lainnya.

Berharap banget segera turun hujan di Pontianak ini. Tapi meskipun demikian, hujan bukan datang tanpa masalah yang baru. Sebab hujan-hujanan bisa bikin sakit lho. Tidak terkena hujan secara langsung juga bisa flu karena suhu udara yang terlampau dingin. Tapi Umak, alias ibu saya tercinta, punya tips sehat buat kita saat kehujanan. Waktu kecil saya kan suka sekali tuh mandi hujan-hujanan. Habis main air hujan, supaya tetap sehat dan bugar Umak akan menyuruh saya mandi lagi, keramas pake air sumur. Supaya air hujan yang membasahi tubuh saya menghilang. Katanya sih supaya tidak demam atau flu.

Alhamdulillah tips sehat ala Umak tersebut sangat manjur. Jadi setiap saya kehujanan, baik itu gara-gara main hujan atau kehujanan di jalan, saya langsung mandi lagi setibanya di rumah. Keramas sampai bersih dan tidak akan terjadi demam atau flu setelahnya. Malah semakin segar dan bugar setelah mandi. Tapi jangan gara-gara sudah tahu tips sehat buat menghindari demam dan flu gara-gara kehujanan lantas sesukanya saja main air hujan. Apabila lebih memungkinkan untuk dihindari tentu lebih baik menghindari kehujanan.


Jadi saat keluar rumah jangan lupa kenakan jas hujan atau gunakan payung. Semoga tips sehat ini bermanfaat ya buat teman-teman. Sekarang kita hanya bisa berdoa agar hujan segera diturunkan di Bumi Khatulistiwa ini.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan