Langsung ke konten utama

Terapi Kesehatan: Sengatan Lebah


Setiap bulan perempuan pasti mengalami yang namanya PMS alias pre/pra menstruasi sindrom. PMS ini bisa berlangsung beberapa hari sebelum datang bulan. Perasaan yang tidak nyaman dan nyeri di bagian bawah perut mulai mengganggu. Apalagi saya yang aktivitasnya padat banget. Biasanya sih saya minum jamu atau obat penahan sakit jika memang PMS-nya lumayan membuat saya menderita.

Walaupun banyak yang bilang yang namanya PMS itu perempuan suka marah-marah. Suka nangis. Gampang emosian pokoknya. Bisa jadi memang demikian sih ya. Tapi perempuan tanpa PMS pun ada yang gampang emosian. Hehehehe... kasihan juga melihat laki-laki yang berusaha memahami dan beradaptasi dengan perubahan emosi si perempuan yang suka tiba-tiba. Tadinya ketawa eh lima menit kemudian malah menjadi menangis.

Nah kalo lagi PMS sebenarnya sih saya berusaha untuk tidak minum obat apa pun. Jika terpaksa minum jamu, saya lebih suka yang tradisional. Bukan yang kemasan. Cuma khawatirnya sih ketergantungan dengan obat setiap mau datang bulan.

Eh ternyata ada terapi yang tidak menggunakan obat-obatan dan cukup menantang buat dicoba.

Sudah pernah disengat lebah sebelumnya? Buat yang sudah pernah pasti akan bilang sengatannya cukup menyakitkan dan menyebabkan kulit bengkak. Namun ternyata ada terapi yang menggunakan sengatan lebah ini. Satu di antara yang bisa disembuhkan adalah PMS tadi. Jadi teman-teman yang seperti saya bisa mencoba untuk terapi sengatan lebah. Terapi kesehatan yang cukup membuat adrenalin kita terpacu. Soalnya kita biasanya akan menghindari yang namanya disengat lebah. Tapi kali ini kita harus merelakan untuk disengat lebah supaya penyakitnya bisa sembuh.

Tidak hanya cocok buat teman-teman perempuan yang suka mengeluhkan datangnya PMS, cocok juga buat yang asma, darah tinggi, dan ketulian.

Di Pontianak sendiri sepertinya harus lebih banyak tanya-tanya soal terapi kesehatan ini soalnya belum pernah saya menemukan ada yang membuka praktik terapi ini. Kalo memang ada boleh juga kayaknya buat dicoba. Teman-teman sendiri ada yang tertarik buat mencobanya? Jangan lupa cerita kalo memang sudah mencoba sensasinya terapi kesehatan sengatan lebah ini.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan