Langsung ke konten utama

Sedemikian Banyak Lomba Menulis


Saya pikir selesai lomba Tulis Nusantara saya akan lebih banyak waktu untuk mengisi blog dan menyelesaikan review kemudian menata waktu untuk berdagang. Sambil membuat bros tentunya. Kalo membuat kue buat lebaran? Itu bukan jadwal saya. Sebab saya memang tidak berniat untuk membuat kue kering. Lebih gampang sih beli. Tapi saya tidak beli di pasar karena nanti rasanya seragam dengan kue orang lain yang juga membeli di pasar. Makanya saya membeli kue kering dengan seorang teman yang baru merintis usaha kue keringnya.

Kue basah sih rencananya bikin dan minta juga sama Umak. Hehehehe... soalnya di rumah alat bikin kuenya hanya mixer tak ada oven dan teman-temannya. Jadi paling kalo pun bikin bolu atau cake kemungkinan besar akan mencoba menggunakan rice cooker saja. Saya sih tak begitu pusing memikirkan segala tetek-bengek lebaran. Bukan tipe ibu rumah tangga ideal yang suka koleksi toples dan berbagai alat masak sih. Saya hanya punya barang yang saya butuhkan banget. Barang yang tak begitu saya butuhkan biasanya tak ada di rumah.

Nah, ternyata nih setelah mengirimkan beberapa karya untuk Tulis Nusantara 2014, masih ada banyak sekali lomba menulis lainnya. Ada dalam bentuk cerpen, cerbung, dan novel. Sayang sekali untuk dilewatkan. Managemen waktu harus diperbaiki untuk mengikuti itu semua dan tentu saja kemungkinan besar saya butuh laptop. Laptop apa ya yang bisa tahan bertahun-tahun dan tidak rusak di tangan saya. Soalnya sudah 4 laptop yang saya rusak.

Kepengen sih beli macbook tapi harganya yang cukup tinggi, lebih mahal dari harga motor saya kayaknya, membuat saya berpikir ulang untuk membelinya. Butuh sih tapi nggak butuh banget karena di rumah sudah ada komputer dengan keyboardnya yang super besar.

Cuma kalau di rumah menyalakan AC, kulkas, dan masak nasi, dapat dipastikan saya tak bisa menggunakan komputer karena daya di rumah hanya 900watt. Mengulang pengalaman menulis novel menggunakan android kayaknya. Lumayanlah sekarang smartphonenya ukuran layarnya sudah 5,8inchi, jadi typonya bisa dikurangi.

Semoga bisa menulis lebih banyak novel menggunakan smartphone buat mencicil lomba-lomba yang deadlinenya tinggal beberapa minggu lagi.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan