Langsung ke konten utama

Memuaskan Pelanggan


Menjadi pedagang online dam offline yang paling pertama harus kita lakukan adalah memberikan kepuasan pada pelanggan. Meskipun bukan 100% setidaknya sudah mendekati maksimal tentu sudah cukup. Lebih sulit memuaskan pelanggan online, sebab kita tak langsung bertemu dengannya. Tapi selama komunikasi berjalan lancar tentu saja online maupun offline bisa sama memuaskannya.

Ongkos kirim adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat kita berusaha membuat pelanggan puas. Itu sebabnya saya selalu memberikan beberapa pilihan untuk pelanggan yang berbelanja barang kepada saya. Syukur jika mendapatkan pelanggan yang punya langganan ekspedisi sendiri sehingga dia bisa menentukan sendiri mau pake pengiriman lewat jalur apa. Terus dia sendiri sudah tahu prakiraan ongkosnya berapa. Namun jika ternyata ongkos tak sesuai dengan prakiraannya, terlampau jauh perbedaannya, biasanya saya akan komunikasikan lebih dulu dengan sang pelanggan. Apakah tetap menggunakan pengiriman lewat ekspedisi tersebut atau menggunakan ekspedisi yang lain.

Sayangnya banyak orang yang memulai usahanya dengan berharap kesalahan bisa ditanggung bersama. Misalnya nih si A berbelanja pada si B, kemudian si A sudah terbiasa menggunakan jasa ekspedisi X. Harganya pun dia sudah tahu, anggap saja 20.000IDR untuk satu paket. Pada praktiknya ternyata terjadi ketidaksesuaian. Ongkos ternyata 5 kali lipat dibandingkan harga yang diketahui si A. Jika saya menjadi si B yang saya lakukan adalah menunda pengiriman karena harganya terlalu jauh perbedaannya.

Namun tentu, pedagang online pemula akan mendapatkan berbagai masalah di awal. Tapi jangan berharap bahwa si A akan bertoleransi dengan kesalahan ongkos kirim semacam ini. Apalagi sampai 5 kali lipat bedanya. Apabila si B ternyata tetap menggunakan ekspedisi tersebut dengan ongkos 100.000 untuk paket yang diperkirakan si A adalah 20.000, dapat dipastikan berikutnya si A akan lebih sulit untuk melakukan repeat order. Padahal repeat order adalah penentu berhasil tidaknya kita memuaskan pelanggan atau setidaknya jangan sampai ada komplen dari pelanggan terhadap transaksi yang kita lakukan.

Saya sendiri, jika memang terjadi perbedaan ongkos kirim, akan lebih senang nombokinnya kalau memang diawal saya yang keliru memperkirakan ongkos tersebut. Tetapi apabila kesalahan dari pelanggan, saya akan menghubunginya dan memberikan kabar mengenai ongkos kirim tersebut. Sebab sebagai pelanggan, tak ada orang yang mau disalahkan. Mereka ingin dilayani dengan memuaskan sampai titik maksimal.


Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma