Langsung ke konten utama

Kue Jorong-Jorong


Ke Pontianak? Bulan Ramadhan gini? Tenang, ada kue yang wajib santap pas bulan puasa. Jorong-jorong. Sebenarnya selain bulan ramadhan ada juga pedagang yang membuat kue ini. Tapi kalo pas bulan puasa, dapat dipastikan setiap kantin ramadhan menyediakan kue sedap ini. Kue yang sebenarnya sangat sederhana. Tetapi buat saya sendiri kesederhanaannya yang membuat selalu ingin makan lagi dan lagi. Biasanya saya makan dua atau tiga kue jorong-jorong untuk berbuka puasa.

Kue Jorong-Jorong ini memang khas Pontianak, Kalimantan Barat. Harumnya pandan membuat aroma kue ini jadi spesial. Apalagi harga kue jorong-jorong juga sangat terjangkau. Saat tulisan ini diterbitkan harga pasaran kue jorong-jorong hanya 1.500. Murah banget kan?

Kalo membuat sendiri kue ini jujur saya belum pernah, saya mengenalnya juga di Pontianak. Sebab di kampung, Uwan (nenek) dan Umak (ibu) saya belum pernah membuat kue ini. Makanya saya tidak tahu kue ini sebelumnya. Saat di Pontianaklah saya berkenalan dengan kue ini. Entah kapan saya jadi suka sekali dengan kue ini. Setiap mau berbuka puasa saya pasti membeli satu dua kue jorong-jorong untuk disajikan sebagai menu buka.

Jangan tanya resep kue Jorong-Jorong sama saya, soalnya saya tak pernah membuatnya. Walaupun sebenarnya cara membuatnya sangat sederhana, setelah mengintip beberapa resep di website penyedia resep masakan. Tapi belum terpikirkan akan membuat kue ini di dapur. Apalagi yang suka cuma saya. Suami tak begitu suka. Jadinya mendingan beli ajalah ya.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan