Langsung ke konten utama

Bros Hijab Honeylizious's For Gaza, Palestina

Penyerangan tak berperikemanusiaan lagi buat saudara kita di Gaza, Palestina. Meskipun ada yang pro dan kontra mengenai membantu saudara kita di sana, saya rasa membantu mereka yang terlibat perang sama pentingnya dengan membantu orang yang dekat dengan kita. Apalagi saudara kita di Gaza sana memiliki kondisi yang sangat berbeda dibandingkan di Indonesia.

Setiap malam mereka tak pernah tahu apakah besok hari masih akan mereka jelang. Masih lebih beruntung kita. Kesempatan kita untuk hidup jauh lebih besar di Indonesia. Sekarang setiap kali mendapatkan kesulitan rasanya tak sebanding dengan penderitaan saudara kita di Gaza.

Malu rasanya kalau hidup penuh dengan keluhan sedangkan di Gaza sana, jangankan untuk mengeluh, untuk hidup saja penuh dalam ancaman. Walaupun saya yakin, tak sejengkal pun keimanan mereka berkurang. Salat tepat waktu. Hapalan Al-Qur'an yang 30juzz, belum lagi cita-cita mereka untuk syahid.

Masih sanggupkah kita dengan egoisnya mengeluh tentang hidup kita?

Melalui tulisan ini saya ingin mengabarkan setiap satu bros yang teman-teman beli, akan saya sisihkan Rp1.000 untuk saudara kita di Palestina. Kita satu tubuh dengan mereka. Kita tak akan pernah tahu sampai kapan kita mampu membantu mereka. Selagi bisa. Selama masih ada kesempatan. Kita simpankan sebagian untuk mereka.

Jika ada 1juta bros yang bisa saya jual, kita sudah mampu mengumpulkan 1milyar uang buat mereka. Sama banyaknya dengan yang capres kita berikan bukan? Sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Untuk contoh brosnya bisa cek di http://www.facebook.com/honeyliziouss dan instagram @honeylizious.

Hubungi BBM 79D87E9B atau whatsapp 08-5213-626011.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan