Langsung ke konten utama

Bersih-bersih Akhir Pekan Bersama Keluarga




Bekerja secara rutin sering membuat kita berasa jenuh, ditambah dengan kemacetan kota besar yang membuat kita bertambah lelah. Terkadang aktivitas harian tidak berhenti disitu. Sesampainya di rumah, seringkali kita harus melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Dari menyapu lantai, mencuci baju, hingga merawat perabotan rumah tangga, begitu banyak yang harus kita kerjakan untuk menjaga rumah tetap bersih. Yang sering terjadi adalah kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan semua ini di hari kerja. Nah, jika Anda sudah bosan pergi ke pusat perbelanjaan, menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan membersihkan rumah bersama keluarga bisa menjadi pilihan yang menarik. Selain tentunya bisa menghemat pengeluaran yang biasanya Anda keluarkan untuk berbelanja di mal, membersihkan rumah bersama keluarga akan mengajari si kecil untuk turut berperan dalam pekerjaan rumah serta dapat membangun komunikasi yang baik dengan mereka.


Bagi-bagi Tugas
Sebelum akhir pekan tiba siapkan daftar tugas yang akan dilakukan masing-masing anggota keluarga. Mungkin Anda bisa melakukannya di sela-sela jam makan siang di kantor, atau menyempatkan diri pada malam sebelumnya. Pikirkan kira-kira apa saja yang bisa dilakukan oleh ayah, ibu dan anak-anak. Sebagai contoh, Ibu bisa bertugas untuk menyapu dan mengepel lantai, Ayah membersihkan perabotan rumah tangga serta peralatan elektronik. Untuk si kecil, tugas memilah pakaian kering miliknya berdasarkan warna, menekan tombol-tombol di mesin cuci, atau menyatukan kaos kaki sehabis dari mesin cuci bisa menjadi pengalaman menarik bagi mereka. Tulis daftar pekerjaan dalam secarik kertas besar, dan taruh di dinding yang mudah terlihat seluruh anggota keluarga. Kita bisa menambahkan gambar yang berhubungan dengan tugas, seperti gambar mesin cuci dan pakaian pada jadwal agar si kecil lebih tertarik.


Siapkan Perlengkapan, Mari Mulai!
Sebelum mulai membersihkan rumah, siapkan segala peralatannya terlebih dahulu. Sapu, pel, vacuum cleaner, lap mikrofiber, dan peralatan lainnya, serta jangan lupa cairan pembersih. Anda dapat menggunakan cairan pembersih yang biasa Anda pakai. Jika ternyata cairan yang Anda miliki sudah habis, jangan terburu-buru pergi ke supermarket atau toko perangkat keras untuk membelinya. Banyak bahan-bahan alami yang ada di dapur Anda bisa dimanfaatkan untuk membersihkan berbagai macam perabotan rumah tangga. Misalnya seperti cuka, baking soda dan jeruk nipis. Selalu baca petunjuk yang tertera di kemasan produk pembersih untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Akan lebih baik jika mencoba metode menghilangkan noda di bagian kecil dan tersembunyi terlebih dahulu untuk memastikan keberhasilannya. Jika Anda kesulitan menghilangkan noda, dapatkan informasi di Bersih-bersih untuk membantu Anda mencari solusinya.
Ibu bisa memulai dengan membersihkan karpet di ruang tamu, yang mungkin tidak sempat dibersihkan setiap hari. Taburkan bubuk khusus pembersih karpet atau dengan baking soda selama sekitar 30 menit, dan biarkan noda dan bau tidak sedap terserap. Setelah itu lanjutkan dengan menyedot menggunakan vacuum cleaner agar semua bubuk tersedot bersama kotoran dan noda. Teruskan dengan menyapu lantai seluruh ruangan kemudian mengepelnya. Untuk Ayah, televisi dan perangkat audio video bisa menjadi daerah yang bagus untuk memulai. Jangan lupa untuk mematikan sumber listriknya jika bersentuhan dengan perangkat elektronik. Siapkan kain mikrofiber atau kain tidak berserat lainnya untuk menghapus debu dan noda. Hindari penggunaan alkohol dan amonia untuk membersihkan layar televisi karena dapat merusaknya. Saat hari sudah menjelang sore dan cuaca tidak terlalu panas, membersihkan teras ataupun halaman luar bisa menjadi pilihan. Ajak si kecil bersama-sama menyapu teras atau mengumpulkan dedaunan yang jatuh.
Akan sangat menyenangkan bukan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah pada akhir pekan. Selain itu, tanpa terasa pekerjaan membersihkan rumah Anda jika dikerjakan bersama-sama akan cepat selesai. Selamat mencoba!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma