Langsung ke konten utama

Wow Day!



Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa, 17 Juni 2014 saya mengikuti acara Indonesia Marketeers Festival 2014 yang diadakan di Hotel Aston. Wuih saya senang sekali kalo sudah bicara marketing. Apalagi yang namanya dagang kita harus bisa membuat inovasi yang bermanfaat buat meningkatkan penjualan. Apalagi kalau sampai bisa membuat pembeli melakukan order kembali. Alias repeat order. Bukankah pengulangan pembelian order dari orang yang sama, cukup menjanjikan buat pedagang seperti kita.
Pelanggan tetap itu adalah hal yang sangat kita butuhkan untuk kelangsungan penjualan kita. Walaupun tak menutup kemungkinan kita bisa melakukan penjualan yang lebih banyak dengan pelanggan yang baru. Namun pelanggan tetap ini adalah orang yang cukup spesial dan bisa kita perlakukan dengan istimewa pula. Ilmu yang saya dapat dari festival tersebut tentu saja wow banget. Supaya wownya bisa berkali lipat saya sengaja menginvestasikan uang penjualan bros hijab yang saya buat untuk membeli tiga buku yang ditulis oleh Pak Hermawan. Belum saya baca. Butuh waktu luang yang bisa membuat saya konsentrasi membacanya seharian.

Semoga saja ilmu yang saya baca dari buku tersebut bisa membuat penjualan bros saya lebih meningkat dari sebelumnya. Sekarang saja sudah butuh banget dengan asisten buat membantu membuatkan bros. Apalagi nanti kalau penjualannya sudah WOW ya. Syukur-syukur bisa membuka lapangan kerja buat banyak orang. Apalagi bisa memiliki nilai keunikan tersendiri dari bros yang dijual, itu bisa menjadi pembeda Bros Hijab Honeylizious's ini dibandingkan yang lain.


 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan