Langsung ke konten utama

Make Up Less Than 5 Minutes


Siapa bilang dandan itu musti lama? Lima menit juga cukup kok. Jadi bisa mematahkan omongan laki-laki yang suka banget mengatakan, perempuan itu dandannya yang lama. Makanya cowok yang mau ngapelin ceweknya pasti suka telat datangnya. Alasannya macet padahal ya dia ngebangsi waktu yang digunakan si cewek buat dandan.

Apa ya bahasa Indonesianya ngebangsi?

Intermezzo sejenak kayaknya. Soalnya saya harus menjelaskan biar teman-teman bisa memahami maksud tulisan saya. Kalau kita bikin jahitan, kita bikinnya pasti bahannya dilebihkan dari pola yang sudah kita buat kan? Supaya jahitannya pas dan nggak kekecilan. Nah bangsi tuh kayak gitu. Melebihkan. Melebihkan dengan maksud mencukupkan. Jadi ngebangsi waktu artinya ngasih waktu lebih ke cewek yang mau diapelin tapi khawatir dia dandannya lama dan nggak kepengen nungguinnya kelamaan.

Yes! Ternyata saya masih bisa menjadi guru bahasa daerah. Hihihi...

He'eh bangsi itu berasal dari bahasa Sambas. Di Pontianak sih ada juga yang menggunakannya. Sama sih artinya. Saya sendiri tahu bangsi itu dari bahasa di desa saya, Jawai, Sambas, Kalimantan Barat.

Balik lagi ke masalah dandan. Saya dandannya nggak lama kok. Paling lama 30 menit. Itu paling lama dan biasanya buat kondangan. Dandan lama banget ya! Padahal nanti pas di kondangan nggak nyampe 30 menit juga. Soalnya saya nggak terlalu suka di tempat yang ramai. Untuk dandanan sehari-hari kayak di foto ini saya hanya butuh 5 menit. Bahkan bisa kurang sebenarnya. Anggap saja lima menit. Malah yang lama itu pake jilbabnya. Bukan karena kesulitan memahami tutorial jilbab yang ada di Youtube tapi karena saya kelamaan nyari kerudung dan dalamannya.

Untuk dandanan 5 menit ini saya menggunakan alas bedak, bedak, eyeliner, maskara, dan lipstik. Semua dari Oriflame. Itu aja sih yang saya pake. Nggak ada bulu mata anti badai segala macem. Sering-sering latihan aja buat cewek-cewek yang mau dandan dalam waktu singkat. Lama-lama tangannya akan terlatih untuk mendandani wajah dalam waktu cepat kok.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan