Langsung ke konten utama

Hidup Itu Masalah Pilihan


Seharusnya kita memang hidup di dunia ini tak banyak mengeluh. Semestinya banyak-banyak bersyukur. Apa yang kita punya dan tidak punya disyukuri saja. Pada akhirnya kita semua akan kembali pada-Nya hanya dengan bekal amal perbuatan kita bukan? Tak membawa harta atau yang lainnya. Lalu mengapa kita senang sekali berkeluh-kesah? Tulisan ini lebih banyak ditujukan pada diri sendiri yang tentu saja masih ada mengeluhnya.

Untungnya keluhan saya kebanyakan didengar suami. Setidaknya jangan sampai ada yang terganggu dengan keluhan saya kecuali suami. Keluhan yang paling banyak sih kecapekan karena orderan bros khas Kalimantan Barat yang dua bulan ini saya geluti menunjukkan geliatnya. Lumayan banyak yang pesan setiap harinya.

Tapi satu hal yang tidak ingin saya keluhkan di dunia ini adalah pilihan yang saya buat dan semua hasilnya. Baik dan buruknya. Susah dan senangnya. Saya tidak akan mengeluh karena memilih apa yang saya jalani sekarang. Saya bersyukur untuk semua pilihan yang saya buat. Apa yang lakukan selama proses pemilihan itu terjadi. Banyak hal yang harus saya syukuri. Karena saya tahu ujian yang datang dalam hidup ini tak akan melebihi kemampuan yang kita miliki.

Untuk kamu yang merasa kurang beruntung. Merasa rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumputmu sendiri, mendingan rumput di halamanmu disiram air biar tambah hijau atau kasih pupuk? Itu pilihanmu sendiri. Jangan mengeluh terhadap semua pilihan yang kamu lakukan di dunia ini. Karena saya yakin, sejak awal kita sudah membuat pilihan itu. Jika memang pilihan itu kurang tepat berbaliklah dan buat pilihan yang lain.


 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan