Langsung ke konten utama

Google Adsense, Paypal, dan Blog





Pertama kali memiliki blog ini saya sama sekali tak terpikirkan masalah mendapatkan penghasilan dari sini. Sebab saya memang 'butak kayu' mengenai hal tersebut. Saya hanya suka menulis. Lalu ditahun yang sama dengan kelahiran blog ini, saya membuat paypal dan melakukan verifikasi dengan buku tabungan saya. Nah Google Adsense yang hingga hari ini saya memang belum punya. Terakhir mendaftar dan akhirnya ditolak lagi-lagi-dan-lagi tahun kemarin. Seingat saya sih. Karena seorang teman bilang dia ditolak belasan kali baru berhasil mendapatkan akun Google Adsensenya.

Sekarang saya belum mencoba. Soalnya saya rasa kalo yang namanya rezeki nggak akan lari ke mana kok. Paling penting kita sudah berusaha. Gagal di Google Adsense masih banyak lagi cara lainnya buat menghasilkan uang dari blog.

Memang sih kalau dipikir-pikir lumayan kalau bisa dapat 50-100 dollar sehari dari Google Adsensi. Namun tentu kita harus punya modal. Kira-kira blog yang seperti apa yang akan menghasilkan 50-100 dollar sehari? Bagaimana memenangkan persaingan di mesin pencari? Bagaimana caranya agar orang mau klik iklan di blog kita? Jangan tanya sama saya. Sebab sampai hari ini saya menulis tak berdasarkan itu semua. Melainkan pake perasaan aja. Lagi pengen nulis tentang A ya sudah nulis aja. Nggak mikir apakah tulisan tersebut akan menghasilkan uang atau tidak. Paling penting catatan saya hari itu terisi.

Lalu apakah tanpa Google Adsense, blog dan paypal yang saya miliki sia-sia? Ini kayak nanyain tentang babi yang tidak halal bagi umat muslim tapi tetap diciptakan. Pastinya tak ada yang sia-sia di muka bumi ini. Demikian pula dengan blog yang sedang kita buat. Tulisan yang kita isi di dalamnya.

Ternyata cara menghasilkan uang dari blog itu nggak hanya dari Google Adsense lo. Tiap blogger pasti ada caranya masing-masing. Alhamdulillah saya sudah punya cara saya sendiri. Bagaimana denganmu?

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan