Langsung ke konten utama

5 Alasan Tidak Ikut Lomba Ngeblog


Lomba ngeblog sekarang adalah bagian dari kegiatan ngeblog yang saya lakukan. Sebab dengan ikut lomba itu cukup menyenangkan. Memberikan semangat buat terus ngeblog walaupun sekarang tak ikut lomba pun saya tetap akan menuliskan apa yang saya inginkan di blog ini. Sayangkan sudah punya blog berbayar malah malas-malasan mengisinya.


Semenyenangkan apa pun mengikuti lomba ngeblog, tetap akan ada lomba ngeblog yang saya lewatkan. Bahkan beberapa hari yang lalu saya melewatkan banyak lomba ngeblog. Alasannya di bawah ini.


1. Sakit
Ini adalah alasan paling banyak ketika saya tak mengikuti lomba ngeblog. Sebab saya suka ikut lomba. Biasanya karena lombanya menantang atau hadiahnya menarik. Siapa yang tak mau ikut lomba? Kalau kalau pun biasanya kita tak akan dirugikan secara material jadi lomba ngeblog itu sesuatu yang sayang sekali buat dilewatkan. Namun saat tubuh kita butuh istirahat dan Tuhan menurunkan penyakit supaya kita bisa beristirahat lebih banyak, mau tak mau beberapa lomba akan dilewatkan.

2. Tidak sesuai umur
Ini cukup menyebalkan. Sebab ada standar umur yang diberlakukan oleh panitia. Biasanya lomba yang tak bisa saya ikuti adalah lomba yang hanya berlaku buat usia 18 tahun ke bawah. Wihhh sudah jauh sekali rasanya dari umur saya yang sekarang. Padahal kadang saya suka dengan lombanya dan hadiahnya menggiurkan.

3. Tak bisa melucu
Ada lomba yang mengharuskan tulisan yang kita kirimkan sebagai peserta lomba itu yang lucu. Masalah utama saya adalah saya tidak berniat menjadi penulis humor. Jadi saya tak bisa melucu di dalam tulisan walaupun kadang ada yang merasa tulisan saya beberapa di antaranya memang lucu. Itu karena ceritanya mungkin, tapi tak diniatkan buat lucu-lucuan sih sebenarnya.

4. Terlalu banyak syarat
Pernah nggak membaca syarat dan ketentuan sebuah lomba yang lebih dari 10 poin? Sepuluh ketentuan saja rasanya sudah terlampau banyak. Ada lomba-lomba yang kadang terlalu banyak syaratnya dan membuat saya jadi malas ikut hanya gara-gara syarat tersebut.

5. Lomba Kurang menarik
Terakhir, walaupun bukan benar-benar terakhir, masih banyak alasan kecil lain yang tak saya tuliskan di sini sebenarnya. Ini hanya alasan besar yang biasanya membuat saya tak mengikuti lomba ngeblog, yaitu lombanya kurang menarik. Walaupun hadiahnya menarik. Namun entah mengapa buat saya lomba yang kurang menarik meskipun hadiahnya menggiurkan sulit untuk saya ikuti. Enggan menuliskan postingan di blog sesuai dengan yang diinginkan panitia dan akhirnya lewat begitu saja.


Bagaimana dengan teman-teman?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan