Langsung ke konten utama

Yuk Gabung di CariCommunity.com, Media Sosialnya Komunitas


Selama ini rasanya kita sudah terbiasa membagikan berbagai hal di sosial media. Sosial media pun bermunculan seperti jamur. Tapi tentu saja tetap ada celah untuk membuat jenis sosial media yang baru. Sebab kita semua sekarang sudah tak bisa dilepaskan dari keberadaan sosial media. Aktivitas kita dengan mudahnya kita bagikan di sosial media sehingga banyak orang jika ingin mengetahui sesuatu tinggal buka saja sosial media. Apalagi jika yang ingin diketahuinya adalah tentang kita. Banyak sekali informasi yang bisa didapatkan di sosial media.

Sosial media pula yang menjadi jembatan antara banyak orang untuk mencapai orang-orang baru. Orang yang sebelumnya mungkin harus menemukannya melalui mesin pencari, dan kalau berkaitan dengan mesin pencari mau tak mau kita harus bersaing untuk menjadi orang yang bisa ditampilkan di halaman pertama. Sekarang dengan adanya sosial media tak menang saat pencarian pun bisa tetap ditemukan orang jika banyak yang membagikan hal yang ingin kita ingin orang lain tahu di sosial media menggunakan akunnya.

Namun kebanyakan sosial media fokusnya pada pemilik akun secara perorangan. Sehingga muncul inovasi untuk membuat CariCommunity. CariCommunity adalah sosial media yang baru. Perbedaannya dengan sosial media yang ada sekarang, titik pusatnya dari sudut kelompok. Baik itu keluarga atau kegiatan kita.

Apalagi sosial media bisa kita gunakan secara gratis. Tanpa kita ketahui sebenarnya kita sedang memperkaya orang lain yang memiliki sosial media tersebut untuk kepentingannya sendiri. Bagaimana jika teman-teman mengetahui ada sosial media yang sangat berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

CariCommunity menciptakan dua bonus. Satu adalah grup engagement bonus (GEB). Ini adalah bonus yang diberikan langsung kepada semua grup yang ikut membesarkan dan menyukseskan CariCommunity. Perusahaan akan memberikan persentase dari pendapatannya kembali kepada grup-grup secara pro-rata setiap bulan.

Kedua, juga diciptakan apa yang disebut regional empowerment fund (REF). Itu adalah dana tabungan daerah di mana setiap bulan CariCommunity akan memperbesar dana tabungan daerah dalam jumlah yang sama dengan total sumbangan bonus untuk semua grup-grup di daerah itu. Misalnya, di DKI Jakarta, ada 1.000 grup, dan setiap grup rata-rata menerima GEB Rp 50.000 pada satu bulan, maka CariCommunity akan menambah Rp 50 juta ke dana tabungan daerah Jakarta bulan itu. Nah, grup-grup yang ada di wilayah Jakarta bisa mengajukan permintaan sumbangan ke kami (lewat REF), misalnya untuk membeli buku bagi anak-anak yatim piatu.


Menarik bukan? Belum lagi kita juga bisa berbagi banyak informasi komunitas atau berita komunitas. Sebab saya yakin semua dari kita punya komunitas. Mau aktif atau tidak di dalamnya. Sudah gabung belum di CariCommunity? Yuk ajak teman-teman komunitas kita untuk bergabung di sosial media ini dan bentuk komunitas yang lebih kuat lagi melalui sosial media.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan