Langsung ke konten utama

Yuk Donasi di Liga Blogger Indonesia 2014


Sebenarnya saya sendiri membuat postingan ini bukan karena berharap dengan banyaknya donasi akan membuat peserta kebagian banyak hadiah pula. Apalagi jika saya termasuk dalam peserta yang menang. Sama aja nodong orang buat ngasih hadiah kalau begitu. Jika diceritakan dari awal, kontes ini sebenarnya bukan hadiahnya yang bikin gemeteran atau menggoda, tapi sensasi penilaian setiap minggu dan urutan peserta yang memimpin klasemen yang membuat bertanya-tanya.

Minggu ini aku berada di posisi berapa?
Siapa yang gagal memenuhi tema?
Siapa yang tersingkir?

Tahun 2014 ini mulai terpikir soal, panitia dapat dana dari mana buat hadiah? Sebenarnya kemarin ada ide untuk membuat pendaftaran peserta yang berbayar. Saya sendiri sangat setuju karena saya pikir ini adalah bentuk penghargaan kita buat kerja keras panitia yang bukan sehari dua hari tapi dua belas minggu. Membuat tema, menghitung poin. Mengecek postingan peserta. Kalau memang sejak awal sudah ada sponsornya sih tak masalah tapi saya tahu panitia tentu tak mudah mendapatkan sponsor buat perhelatan mereka.

Sayangnya ide tersebut dibatalkan karena yang lain tak setuju dengan sistem kontes berbayar. Saya sendiri juga malas kalau ikut lomba yang ada berbayarnya kecuali yang ini. Sebab saya tahu orang yang berada di balik Liga Blogger Indonesia ini. Orang-orang kreatif yang tak mengharapkan kelebihan dana untuk masuk kocek sendiri. Mereka tentunya sedang menimbang-nimbang hadiah yang tepat untuk peserta jika memang ada dananya.

Pertama ikut dulu banyak peserta yang tetap semangat ikut. Walaupun hadiahnya masih dalam kata 'merchandise'. Kasarnya palingan kaos atau buku. Tapi tak menyurutkan semangat saya waktu itu, karena saya cuma ingin menang. Hadiah cuma bonus. Kalau semua orang berpikir demikian tentu tak ada masalah buat panitia. Sayangnya lagi, peserta butuh hadiah buat penyemangatnya. Jika sampai kontes yang sekarang banyak yang tak puas dengan hadiahnya saya rasa banyak yang akan mundur untuk mengikuti kontes ini. Itu sebabnya saya memutuskan untuk menyumbangkan sedikit rezeki bagi panitia.

Tak banyak namun semoga saja ada manfaatnya sebab saya tak ingin alasan dana menjadi masalah yang paling utama buat panitia. Melalui postingan ini saya mengajak teman-teman yang lain untuk ikut menyumbang. Berapa pun yang bisa teman-teman sumbangkan, silakan kirimkan ke rekening berikut ini.



Thanks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan