Langsung ke konten utama

They Call Me Madu (Honey)

Swap Blog hampir berakhir. Tak terasa ya. Tinggal satu tema lagi yang belum dipublikasikan. Sempat terseok-seok. Barangkali karena saya lebih banyak menyelesaikan tulisan yang lain dibandingkan menyelesaikan utang menulis di blog teman. Sekarang sih tinggal satu kali lagi. Tapi bukan di blog orang. Sebab saya sudah menulis tujuh kali di blog berbeda. Saya tak tahu apakah yang terakhir ini masing-masing akan mengisi blognya atau bagaimana. Sebab kembali ke orang yang bertugas untuk melempar tema dan ketentuannya.

Satu hal yang akhirnya melekat hingga sekarang adalah banyak di antara teman-teman Swap Blog yang memanggil saya madu. Terutama 4 jejaka Swap Blog. Waktu memulainya pertama masih saling memanggil dengan nama panggilan biasa. Lama-lama ada panggilan 'sayang' di antara kami semua.

Dari banyak orang di dunia ini, merekalah yang akan memanggil saya 'Madu'. So sweet terdengarnya. The Big Blog Exchange yang pernah mengecewakan kami sebelumnya ternyata membuat kami bersatu untuk membuat 'pertukaran' blog sesama kami. Walaupun tidak bertukar posisi masing-masing. Lagipula masih sama-sama di Indonesia dan acara ini tanpa sponsor. Hanya kegiatan yang kami lakukan bersama-sama.

Satu kali lagi maka Swap Blog pertama pun selesai.

Panggilan 'Madu' itu masih melekat hingga sekarang. Entah kapan kami semua akan bertemu muka dan benar-benar mengobrol di dunia nyata. Sebab selama ini yang kami lakukan hanya saling mengomentari postingan di blog masing-masing atau status facebook yang ditulis dan saling menandai.

Semoga Swap Blog berikutnya akan lebih menantang dan menarik lagi. Sekarang sudah mulai agak tenang karena 'arisan ngeblog' kayak gini kadang ngebuat saya ngerasa punya utang kalau tulisannya belum diselesaikan dan menunggu-nunggu tulisan berikutnya temanya apa. Dari banyak lomba ngeblog Swap blog ini memang yang paling lama. Sebab dimulai dari tahun 2013. Sudah 8 bulan. Satu tema lagi genaplah 9 bulan diadakannya. Delapan blog seharusnya membutuhkan waktu 8 bulan saja. Namun ternyata kami membutuhkan tambahan waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya.


Hehehe...

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan