Langsung ke konten utama

Tentang Times New Roman di Ubuntu



Suka tidak suka saat menggunakan Ubuntu mau tak mau harus menginstall font yang paling umum digunakan untuk lomba menulis ini. Rata-rata memang lomba banyak yang mengharuskan tulisan yang dikirimkan dalam format huruf Times New Roman. Jadi ketika di Ubuntu sendiri, word processornya kan LibreOffice sehingga font Times New Roman bukanlah font standar yang ada. Tetapi bukan hal yang sulit untuk membuat Times New Roman tampil di word processor yang kita gunakan di Ubuntu. Saya hanya mengkhususkan Ubuntu sebab sekarang saya hanya mengoprek OS yang satu ini.

Untuk menginstall font yang sebelumnya kita temukan di word processor milik windows tinggal buka saja Ubuntu Software Center. Satu hal yang paling saya sukai dari Ubuntu adalah keberadaan Ubuntu Software Center ini sebab kita yang sudah terbiasa menggunakan playstore di android akan merasa betapa miripnya 'store' Ubuntu ini dengan store di smartphone robot hijau tersebut. Tinggal cari saja aplikasi yang kita butuhkan untuk diinstall. Klik install dan tunggu sampai unduhan selesai.

Tak perlu repot menemukan kode untuk memerintahkan 'terminal' menginstall Times New Roman ke Ubuntu. Sebab saya yakin di luar sana banyak sebenarnya orang yang mau menggunakan Ubuntu atau OS dari Linux lainnya tetapi kendalanya adalah bingung mengetikkan kode di terminal untuk menginstall sesuatu yang dia butuhkan. Memang menginstall menggunakan terminal cukup menarik. Buat saya yang hanya menggunakan PC untuk menulis rasanya menemukan kode-kode yang bisa saya gunakan untuk memberikan perintah pada terminal itu 'waw' sekali. Melihat angka-angka berubah lalu persenan yang meningkat hingga akhirnya penginstallan selesai dilakukan.

Ini mau tak mau saya lakukan, saya tidak mahir tapi saya suka melakukannya, untuk aplikasi yang sulit saya temukan di Ubuntu Software Center atau tiba-tiba saya menemukan kode sederhana yang cukup dimasukkan satu kali tanpa unduh beberapa hal lalu memasukkan kode buka ini-itu yang cukup membingungkan. Seperti menginstall font dari Microsoft Word ke LibreOffice saya menggunakan kode untuk perintah di terminal. Padahal di Ubuntu Software Center sudah ada lo... bisa cek gambar di dalam postingan ini yang saya simpan di bagian atas sana.

Namun jika teman-teman sama awamnya dengan saya dan ingin menginstall menggunakan terminal Ubuntu bisa gunakan kode di bawah ini.

sudo apt-get install msttcorefonts



Selamat mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny