Langsung ke konten utama

Bingke Berendam




This is my favourite cake ever. I am not sure how to explain the texture and the taste. But if you know about klappertaart, bingke textture almost like that. Moist, soft, and fragrant. In Pontianak you can find this cake. Bingke is so common cake in my town. Not so hard to find it. With a lot of choice. But Bingke Berendam is the original one. Modern people make bingke in another varian. Not only Berendam or original. If you like cheese or potato you can buy Bingke Keju (Cheese Bingke) or Bingke Kentang (Potato Bingke).

Bingke's Brass always like this one.


You can slice one bingke to six pieces, so you can share it to another person you love. But for me, one brass only for myself. Bingke Berendam is too good to be eaten by another person. I will save six pieces for myself only. Hahahaha...

originally, bingke always sweet. But some producer make slaty bingke. Very suitable for diabetics. But this cake too much calorie. Not so healthy. Just becareful if you don't want to get sick or fat. You can make your own healthy bingke if you know the recipe. I will share the recipe in another post for you. Because I need to understand the recipe and write it in English. Actually it's so easy to make your own bingke. My difficulty is only in English.

I hope this post will make you love to come to Pontianak, West Borneo, Indonesia. I still have a lot of food I can share in this blog. If you follow this blog from the beginning and you can understand Indonesian, I am sure you read a lot of food posts. Not only about the food but some of them is traditional recipe from my town. I am not a good chef but I can cook some of traditional food here.


You can join me in my cooking adventure trough this blog. Just ask anything you want, mention me on twitter @honeylizious. I will love to listen to your question about my food and travel blog. 

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan