Langsung ke konten utama

Traveling ke Kalimantan Barat Itu Uji Nyali








Sudah pernah jalan-jalan ke Kalimantan Barat? Barangkali dari banyak blog yang membahas soal traveling tak banyak yang menyuguhkan tempat yang bisa teman-teman kunjungi dengan bertaruh nyawa dan jauh dari rasa nyaman. Pernah ke wilayah timur Kalimantan Barat? Biasanya orang yang ingin datang ke negara tetangga akan melewati jalan lintas negara yang ada di Kalimantan Barat ini menuju Indonesia. Jadi statusnya bukan hanya jalan negara tapi juga jalan trans internasional. Ajaibnya jalan ini keadaannya hingga tulisan ini diterbitkan malah semakin rusak.

Hancur lebur menjadi bubur.

Sudah banyak yang protes ke pemerintah. Memang harus ada gerakan blogger menggugat. Melelahkan memang harus melakukan protes setiap hari di sosial media. Entah itu di twitter, facebook, atau membuat tulisan yang lebih panjang di blog. Padahal sebenarnya ini adalah tugas dari pemerintah sendiri. Semua orang memang punya kepentingan di dunia ini tapi seharusnya semua manusia di dunia ini menonton Animal United. Supaya paham betul bahwa merusak alam hanya membahayakan keberlangsungan hidup manusia itu di bumi.

Sudah berapa banyak bencana yang datang? Banjir? Tanah longsor? Jalan hancur? Itu semua karena kesalahan manusia juga. Khusus untuk kasus di Kalimantan Barat tentunya selain jalannya memang tidak dibangun dengan layak, tak ada saluran air yang dibuat untuk tempat mengalirkan air hujan yang turun, banyaknya kendaraan yang melintas dengan membawa berton-ton bahkan puluhan ton barang tambang, juga menjadi penyebab aspal tersebut berubah menjadi bubur lumpur.

Kepentingan siapa yang punya hal ini?

Kalau dipikir dengan akal sehat. Akal yang tak punya kepentingan. Kita akan sadar sudah berapa banyak kerusakan yang terjadi di negara kita. Saling memperkaya diri dan tak peduli dengan alam ini. Kita cuma manusia. Kita butuh bumi untuk hidup. Apabila terus-menerus di rusak, kita mau tinggal di mana? Sebanyak apa pun uang yang kita miliki sudah tak ada harganya lagi jika tak ada bumi yang bisa kita tinggali.

Saya selalu ingat dengan ucapan seorang teman yang mengatakan bahwa nanti saat kita sudah meneguk air terakhir di muka bumi ini kita baru sadar bahwa uang yang kita miliki tak ada gunanya lagi.


Suka traveling yang menguji nyali? Datang ke wilayah timur Kalimantan Barat. Bawa kendaraan offroad. Sebab jalan lintas negaranya sudah tak memungkinkan sekali untuk dilintasi dengan kendaraan biasa. Siap-siap kecebur lumpur ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan