Langsung ke konten utama

Pentingnya Punya Android


Dulu sebenarnya saya pikir saya tak begitu membutuhkan smartphone. Khususnya android. Sebab memang kebutuhan untuk berada dalam status 'always on' belum setinggi sekarang. Berbeda dengan beberapa bulan terakhir ini. Semua aktivitas online sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari. Apalagi jika sudah berkaitan dengan hubungan bisnis atau rekan kerja. Semuanya menggunakan internet. Mau tak mau penggunaan android bukan lagi sebagai gaya hidup tapi memang kebutuhan.

Android sekarang yang digunakan bukan lagi alat buat mengikuti perkembangan zaman. Tetapi tak lebih dari penunjang aktivitas sehari-hari. Benda yang bisa kita andalkan untuk mengabadikan banyak hal dan menerima banyak hal pula dari orang lain. Walaupun sebenarnya aktivitas saja di sosial media menggunakan smartphone tidak se-addict dulu waktu menggunaan nokia symbian yang tidak 'always on'. Ingat sekali betapa banyaknya saya ngetwit. Betapa seringnya update status di facebook dan sebagainya. Padahal waktu itu menggunakan opera mini untuk berinternet ria dan tak ada notifikasi yang muncul di ponsel.


Bagi saya sendiri android itu sudah setengah dari diri saya. Bukan berarti saya tak bisa hidup tanpanya. Saya pikir saya tak bisa bekerja tanpa android. Jadi kalau saat memutuskan untuk liburan dan menjauh sejenak dari ramainya kicauan maya, jaringan internet adalah hal yang akan saya hindari. Sekarang saat saya sendiri sudah menggunakan android untuk berkomunikasi dengan rekan bisnis dan semacamnya, saya juga berharap sekali banyak rekan-rekan yang akan menjadi rekan bisnis saya menggunakan perangkat yang serupa. Baik iPhone, android, atau windows phone. Yang penting smartphone yang ada notifikasinya.

Sebab saya kadang was-was saat memberikan job review pada teman-teman yang tak menggunakan smartphone. Takutnya dia tak membuka akun sosial medianya atau emailnya. Sehingga saya kesulitan untuk menghubunginya. Banyak sekali smartphone yang hadir dengan harga terjangkau dan bisa menunjang pekerjaan kita sebagai 'pekerja maya'. Supaya tetap lancar berkomunikasi dengan banyak orang. Bukan hanya mempermudah kita menerima notifikasi komentar di facebook atau notifikasi di twitter. Melainkan mudah dihubungi oleh orang lain di sosial media yang menawarkan sesuatu yang lebih bagi kehidupan kita.


Namun hidup adalah pilihan. Kalau kita lebih memilih untuk hidup tenang tanpa smartphone dengan segala notifikasinya itu sah-sah saja. Tetapi ketika kita membuka ruang untuk mempermudah orang 'di dunia maya' menghubungi kita, siapa tahu, ada kejutan yang tak pernah kita sangka-sangka dipersiapkan di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan