Langsung ke konten utama

Liga Blogger Indonesia: Udah Pekan 8 Aja!


Tak terasa ya, Liga Blogger Indonesia sudah memasukin 8 pekan. Itu tandanya tinggal empat pekan lagi perjuangan konsisten untuk menulis di blog diselesaikan. Walaupun tanpa mengikuti LBI pun blog ini sudah terisi setiap hari dengan tulisan. Temanya saja tak ada yang menentukan. Berbeda dengan Lbi yang setiap pekan sudah ada temanya dan berbeda tantangannya.

Mengikuti Liga Blogger Indonesia lama-lama terbiasa dengan ritmenya. Bahkan saya masih bisa liburan pulang kampung setelah menyelesaikan tema yang diminta. Sebab saya tak mungkin menyelesaikan tantangan di kampung sebab jaringan internet di sana menyedihkan kecuali di warnet. Jaringan smartphone? Buat nelpon SMS aja syukur-syukur masih bisa. Bisa mengisi batre hape aja sudah anugerah, maklum sering mati lampu selama di sana.

Peserta semakin banyak yang tersingkir dari liga. Sebab setiap blogger yang berada di Zona Merah akan disingkirkan oleh panitia. Berbeda dengan Liga Blogger Indonesia Trial dulu. Waktu itu semua blogger tetap bisa mengikuti hingga akhir pertandingannya. Bahkan sebenarnya kalau mau di liga trial tersebut cukup ikut pekan terakhir dan menuliskan 24 postingan untuk mengalahkan saya. Waktu itu saya menang dengan 23 poin. Pekan terakhir adalah pekan yang tak terlupakan. Tantangannya waktu itu yang membuat saya berhasil memenangkan liga trial tersebut adalah menuliskan sebanyak mungkin postingan makanan yang kita makan di luar dengan harga maksimal 10.000IDR.

Tentu saja saya yang suka jalan-jalan dan makan akan merasa tantangan itu sangat menyenangkan. Banyak yang bisa saya tuliskan saat pekan terakhir berjalan. Beruntung sih waktu itu tantangannya bisa saya selesaikan dengan baik dan liganya hanya berjalan 4 minggu. Lebih pendek 8 minggu dibandingkan yang sekarang.


Sekarang 12 minggu harus diikuti. Konsisten menyelesaikan semua tema dan postingan bebas. Apabila ada tantangan juga musti diselesaikan kalau pengen mendapatkan poin maksimal. Tetap semangat buat teman-teman Liga Blogger Indonesia, kita semua juaranya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan