Langsung ke konten utama

Film Indonesia 2014: Killers


Semenjak tinggal di Pontianak dan akhirnya tidak hanya bisa melihat deretan film yang akan tayang di bioskop melalui koran, saya juga bisa datang ke Cinema 21 buat membeli tiket nonton. Selalu saja film Indonesia akan menjadi pilihan terakhir buat ditonton. Selain tak ingin dikecewakan oleh kebanyakan film Indonesia yang tayang di bioskop, sebab kebanyakan menayangkan paha dan dada, rasanya mubazir juga mahal-mahal beli tiket plus minuman dan makanan buat nonton ternyata filmnya cuma 'begitu'.

Walaupun beberapa waktu terakhir beberapa film Indonesia mulai menunjukkan kualitas lebih bukan hanya sekadar film Indonesia esek-esek yang menawarkan paha, dada, dan juga hantu. Era Bom Seks kan sudah lama lewat. Saya ingat betul jaman dulu artis-artis yang mendapat julukan tersebut. Nah tahun 2014 ini muncul lagi film Indonesia yang layak buat ditonton. Sebab ini jenis film yang saya suka. Pembunuhan. Terus berkolaborasi dengan Jepang pula. Semakin menggoda untuk ditonton.

Film Indonesia tahun 2014 ini memang kayaknya bakalan mulai meninggalkan warna yang beberapa tahun kemarin merajai perfilman Indonesia. Memang butuh uang untuk menghasilkan sebuah film dan tentunya tak ada orang yang mau rugi saat filmnya selesai. Paling tidak balik modal. Kalau bisa untung mengapa harus rugi bukan?

Kalau saya sendiri memilih untuk menonton film Indonesia tahun 2014 ini tidak melihat siapa pemainnya. Sebab saya orangnya lumayan sulit menghapal nama artis. Apalagi sutradara dan yang berada di balik layar. Jadi pilihan pertama yang saya gunakan untuk memutuskan akan menonton atau tidak sebuah film Indonesia adalah jenis filmnya. Jika jenis filmnya sesuai dengan yang saya mau, biasanya saya tak perlu mikir dua kali buat nonton.

Kebetulan Killers ini masih tayang di bioskop Pontianak sejak 6 Februari kemarin. Nih sedikit contekan yang saya kutip dari 21CinePlex.

Film kolaborasi pertama Indonesia dan Jepang, KILLERS, akan rilis di Indonesia tanggal 6 Februari 2014. Film KILLERS digarap oleh rumah produksi Jepang NIKKATSU dan GUERILLA MERAH FILMS dari Indonesia. Film ini juga didukung oleh beberapa nama besar seperti Merantau Films (Gareth Evans, The Raid), DAMN Inc. (yang diprakarsai oleh Daniel Mananta dan rekan-rekan) serta Million Pictures (Negeri 5 Menara). Selain di Indonesia dan Jepang, FILM KILLERS akan di tayangkan di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Inggris, Turki, Hong Kong, Singapura, Thailand.

KILLERS bercerita tentang Nomura, seorang eksekutif muda Jepang yang sukses tapi ternyata memiliki kegemaran membunuh dan menyebarkan video pembunuhannya melalui jejaring sosial. Di Jakarta, Bayu, seorang jurnalis ambisius yang karirnya sedang diambang kehancuran karena obsesinya untuk menguak kasus korupsi seorang politikus, melihat video Nomura dan mulai membangkitkan sisi gelap dari dalam dirinya. Kemudian mereka pun terhubung melalui internet dan disinilah kehidupan dua lelaki ini berkembang menjadi ikatan yang mematikan. Film KILLERS diperankan oleh aktor dan aktris terkenal dari Indonesia dan Jepang seperti Oka Antara, Kazuki Kitamura, Luna Maya, Rin Takanashi dan aktor senior Ray Sahetapy.

Membaca sinopsisnya saja saya sudah tak sabar ingin mampir ke bioskop dan menontonnya. Sayangnya sekarang suami masih sibuk buat diajak ke sana. Semoga kebagian tiket buat nonton atau setidaknya bisa beli DVD aslinya di mall. Hehehehehe...


kamu sendiri mau nonton film Indonesia apa tahun 2014 ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan