Langsung ke konten utama

2 Langkah Menghadapi Komentar Buruk


Di dalam kehidupan ini kita tentunya tak akan pernah bisa lepas dari komentar orang. Untungnya saya orangnya bukanlah orang yang aktivitas sosialnya tinggi. Saya jarang dekat dengan orang. Orang yang benar-benar dekat dengan saya di dunia ini dapat dihitung dengan jari. Sebab saya lebih suka dekat denga sedikit orang tapi bisa memberikan perhatian sebanyak mungkin pada mereka. Semenjak menikah dapat dikatakan 90% saya bersama suami. Sisanya kalau tak sendirian ya berdua dengan PC. Hehehe...

Bicara soal komentar orang memang ada yang baik ada yang buruk. Sebenarnya mau baik atau buruk tak perlu terlalu kita dengarkan. Terutama yang buruk. Sebab itu bisa membuat kita down atau sebal. Jadi mudah saja menghadapinya.

  1. Abaikan
    Mengabaikan komentar orang di dunia nyata kita tinggal jauhi saja orang-orangnya. Lalu buat di dunia maya sih tinggal tutup semua aksesnya menuju dirimu. Unfriend di facebook (kalo kurang puas bisa diblokir), unfollow atau blokir twitternya, di blog bisa menggunakan kotak komen yang dimoderasi walaupun masih berisiko dia akan meninggalkan komen yang masuk ke dashboard dan kita masih bisa membacanya. Makanya untuk blog saya menggunakan kotak komen Livefyre yang bisa membuat kita memblokir orang untuk tidak bisa berkomentar selamanya di kotak komen tersebut. Sebab kita hanya akan mengabaikannya jika kita tak membaca atau mendengarkannya bukan?
  2. Hidup itu indah
    Lihat ke dalam kehidupanmu. Lihat orang yang menyayangimu di dunia ini. Hidup ini indah bersama mereka. Nikmati. Kamu memang tak bisa membuat orang berhenti mengomentari apa yang kamu lakukan di dunia ini. Tapi satu hal yang pasti kamu bisa menikmati kehidupanmu dengan cara yang kamu suka. Capek lo hidup harus memikirkan 'bagaimana komentar orang nantinya'. Hidup itu bukan facebook yang menyediakan kotak komentar untuk setiap hal yang kamu posting di sana. Hidup itu indah. Ingat itu selalu. Terlalu memikirkan pendapat orang itu melelahkan. Percayalah....


Seandainya teman-teman punya pendapat sendiri mengenai 'cara menghadapi komentar buruk' orang lain mengenai kita bisa tinggalkan komentar di sini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan