Langsung ke konten utama

Sarapan dan Makan Siang Sebutir Apel


Ini sungguh tak ada kaitannya dengan sebutir apel menjauhkan dokter sehari. Sudah benar belum ya kalimatnya. Pokoknya gitu deh modelnya. Pasti banyak perempuan yang sudah mendengar hal tersebut. Sebenarnya sih saya tidak ingin menjauhkan dokter tapi bukan pula ingin deket-deket dokter terus. Mahal juga kalo sakit terus-terusan. Apalagi kalau sakit pasti susah untuk bekerja dan tak bisa nambah uang jajan buat diri sendiri. Hehehe...

Jadi saya itu kan sudah 4 tahun siaran di Radio Volare. Mau jalan 5 tahun. Sebelumnya memang saya siaran program Soda Gembira yang mengudara dari pukul 14.00-17.00. Tak menjadi masalah waktu itu sebab memang jam makan siang sudah lewat dan jam makan malam belum tiba-tiba. Lama juga saya siaran untuk program ini bersama Jaka Prakasa. Lalu setahun terakhir saya berubah posisi menjadi penyiar program Cakrawala. Mengudara dari pukul 10.00-14.00. Ada jam makan siang di sana. Saya juga biasa sarapan pukul 09.00 atau 10.00. Masalah juga kan? Artinya saya tak bisa sarapan dan tak bisa makan siang. Sebab saya harus siap-siap untuk bersiaran lalu saat siaran tak bisa makan siang.

Selain mengganggu siaran jika dibarengi dengan makan, saya jarang punya bekal makan siang untuk di dalam studio. Apalagi dalam studio dilarang makan. Makan nasi tentu menjadi masalah jika tiba-tiba tempat nasinya jatoh. Sedangkan siaran harus terus berlangsung hingga tengah malam/ repot ya?


Makanya saya membawa sebutir apel besar ke studio. Kalau buah tentu tak masalah dimakan ketika jeda lagu atau iklan. Satu dua kunyah setiap kali saya memutar lagu dan iklan. Selama 4 jam bertahan dengan sebutir apel hingga jam siaran berakhir. Biasanya saya kuat menyelesaikan siarannya. Jadi sarapan selesai. Makan siang juga bisa ditunda dengan apel tersebut. Sebab kalau saya tak makan siang biasanya saya langsung masuk angin dan pusing kepala. Itu sebabnya saya harus jaga-jaga, jangan sampai jatuh sakit. Apalagi sampai izin siaran gara-gara masuk angin dan kurang istirahat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan