Langsung ke konten utama

Resep Kuliner: Bola-Bola Mie, Wortel dan Daging Ayam




Sudah lama sekali ya rasanya tak menghadirkan resep makanan di sini. Seharusnya lebih sering lagi membuat resep makanan percobaan yang saya hasilkan di dapur. Apalagi sekarang sudah ada satu orang yang akan menjadi tukang icip-icipnya. Baiklah kali ini ingin berbagi resep masakan sederhana yang sangat mudah dibuat di rumah. Saya yakin hampir setiap orang pernah membuat makanan yang satu ini. Hanya bentuknya yang sedikit berbeda.

Saya menyebutnya bola-bola mie ayam. Sebenarnya lebih tepat disebut sebagai bola-bola mie, wortel, dan daging ayam. Sebab menggunakan bahan-bahan tersebut.

Berikut bahan-bahannya:
2 butir telur
sebungkus mie instant apa saja
1 buah wortel
1 potong daging ayam seukuran tiga jari, kalau suka bisa tambahkan lebih banyak

Cara membuatnya:
Rebus mie setelah diremukkan. Kemudian tiriskan. Setelah itu potong wortel sesuai selera. Cincang daging ayam. Saya lebih suka menggunakan daging ayam yang sudah direbus sebelumnya supaya tidak perlu khawatir daging ayamnya masih mentah saat diangkat dari penggorengan. Kocok dua butir telur dengan bumbu mie instant. Setelah tercampur masukkan mie instant yang tadi ditiriskan + wortel + daging ayam cincang. Aduk rata.


Siapkan penggorengan yang berbentuk cetakan bulat. Masukkan minyak goreng. Saat minyak masih dingin taburkan tepung roti kalau suka. Tepung roti gunanya untuk membuat luar bola-bola mie menjadi lebih garing. Lalu masukkan adonan bola-bola mie sambil diputar-putar hingga menjadi bola. Mirip dengan takoyaki sih jadinya. Tapi saya lebih suka yang ini. Ada daging ayam dan wortelnya. Apalagi bagian luarnya crispy.


Bola-bola mie dapat disajikan dengan saos sambal. Satu resep ini untuk satu piring bola-bola berjumlah 15 biji. Selamat mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan