Langsung ke konten utama

Ngapain Ngeblog?

Judul tulisan ini sebenarnya kalimat seorang teman. Kalimat pertanyaan lengkapnya adalah 'ngapain ngeblog nggak menghasilkan uang juga'. Waktu itu saya geram mendengarnya. Sebab saya sejak awal ngeblog bukan karena ingin dapat uang seperti kebanyakan blogger yang disebut mastah atau master oleh blogger lainnya. Saya ngeblog karena saya suka menulis.

Sesederhana itu. Saya suka. Habis perkara. Ini bukan soal uang. Bukankah setiap orang punya hobi di dunia ini. Untuk hobi kita biasanya rela menghabiskan uang, waktu, dan tenaga. Tak peduli hobi itu memberikan keuntungan atau tidak buat kita. Kita menyukainya. Makanya kita lakukan dan berkorban demi hobi tersebut.
Saya bertanya-tanya di dalam hati waktu itu. Apakah semuanya memang harus dinilai dengan uang? Kalau semuanya harus dinilai dengan uang dapat dipastikan tulisan di blog ini tak akan sampai pada angka ribuan. Sebab 90% postingan di sini tidak ada nilai uangnya. Hanya catatan kehidupan yang ingin saya tinggalkan kepada anak-cucu saya nantinya.

Ngapain ngeblog kalau nggak ada uangnya?

Saya suka menulis. Selain itu saya ingin punya kenangan. Suatu hari anak-cucu saya akan mengenang saya lewat semua tulisan yang saya tinggalkan. Saya akan terus hidup melalui tulisan-tulisan di sini. Dibandingkan menuliskannya dengan pena dan kertas menulis secara digital tentu saja akan lebih aman. Tak akan menghilang dengan mudahnya.

Walaupun ternyata sumber uang memang berasal dari sini. Dari tempat yang saya pikir hanya akan saya isi dengan kenangan untuk masa depan. Sekarang saya tak hanya akan menjawab saya ngeblog karena ingin mencatat sejarah saya, namun ngeblog juga ada kok uangnya kalau mau kerja keras di dalamnya.

Jangan harap satu dua hari setelah membuat blog dengan satu dua tulisan lalu menghasilkan uang. Kalau tak dapat uang dari satu dua tulisan itu kemudian membuat kesimpulan dalam bentuk pertanyaan pada orang yang terus setia dengan blognya.

"Ngapain ngeblog nggak juga menghasilkan uang?"

Saya ngeblog dan berhasil dapat uang di dalamnya walaupun tujuan saya bukan itu sebenarnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan