Langsung ke konten utama

Mempersiapkan Pernikahan (1)


Baiklah karena akhirnya ada yang menanyakan tentang bagaimana persiapan menikah saya dan suami yang sudah lewat beberapa bulan yang lalu, saya akan menuliskannya melalui postingan ini. Persiapan pernikahan kami hanya membutuhkan waktu 6 minggu tentu saja ini waktu yang lumayan singkat. Mengingat 6 minggu itu hanya 42 hari. Persiapan sama sekali belum ada waktu itu. Sedikit mengingatkan buat teman-teman yang akan mempersiapkan pernikahan dalam waktu 6 minggu. Apalagi jika musim lebaran haji, jangan berharap untuk mendapatkan gedung yang bisa disewa. Jadi usahakan menyewa gedung itu yang dipesan beberapa bulan sebelumnya. Sebab banyak sekali orang yang memesan gedung untuk pernikahannya setahun sebelum pernikahan dilangsungkan.

Terkejut? Saya juga. Jadi ketika banyak gedung sudah penuh saya rasa tak perlu buang waktu untuk berburu gedung yang masih bisa digunakan untuk pesta pernikahan.

Persiapan pertama yang harus dilakukan oleh calon pengantin adalah administrasi. KUA adalah tempat pertama yang harus didatangi sebelum mempersiapkan pernikahan. Sebab kita tak mau kehilangan jadwal penghulu dan tak sempat ikut pembekalan untuk pengantin. Apalagi pengantin perempuan diwajibkan suntik imunisasi tetanus. Karena saya berasal dari kabupaten yang berbeda tentu saja saya harus membawa surat keterangan dari Kabupaten Sambas supaya bisa menikah di Pontianak. Mengikuti suami.


Surat pengantar dari KUA dan puskesmas saya bawa ke Pontianak sehingga saya bisa menikah dan imunisasi tetanus di Pontianak. Jadi kalau teman-teman memang akan menikah dengan orang yang berbeda kabupaten, pilih kabupaten yang akan dijadikan lokasi untuk pernikahan lalu persiapkan surat-menyurat dari kabupaten yang satunya untuk memenuhi persyaratan pernikahan tersebut. Tanpa surat pengantar teman-teman akan kesulitan untuk menikah di kabupaten atau kota yang berbeda karena KTP calon pengantin akan menunjukkan kabupaten domisili dirinya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…