Langsung ke konten utama

Memberikan Saran Bagi Diri Sendiri


Dari banyak orang di dunia ini, saya memang hanya yakin sama diri saya sendiri untuk memberikan saran terbaik jika saya punya masalah. Saya lebih suka berpikir dan berdiam diri. Berusaha berbicara dengan hati saya sendiri jika masalah tersebut tak kunjung bisa saya selesaikan. Sebab saya yakin tak ada orang yang bisa memberikan saran lebih baik. Yang punya masalah saya, yang mengalami saya, tentunya saya punya cara terbaik untuk menghadapinya. Selesai atau tak selesai.

Makanya saya termasuk orang yang jarang sekali menggunakan pendapat orang lain. Kalaupun ada biasanya hanya untuk hal-hal yang sesuai dengan pendapat saya sendiri. Seandainya ada yang memberikan saran yang berbeda dengan jalan yang ingin saya tempuh, saya lebih memilih pendapat saya sendiri. Walaupun demikian tak selamanya apa yang saya ambil dari pendapat tersebut berlangsung mulus dan baik. Bahkan ada yang bilang saya itu orangnya ngotot. Biar salah tetap ngotot apalagi benar. Apabila saya sudah yakin sama sesuatu ya yakin saya. Tak ada cerita itu kemudian salah atau benar di mata orang lain.

Itu sebabnya saya menjadi diri saya yang sekarang. Seseorang yang saat ini menuliskan tulisan ini. Karena saya mengambil semua keputusan yang saya percaya dan memegang teguh hingga akhir.

Ketika saya butuh saran. Saya juga kadang mengambil cermin. Melihat diri saya yang berada di dalam cermin tersebut kemudian mencari jawabannya di sana. Saya yakin bayangan saya itu punya jawaban yang bisa membuat saya menyelesaikan pertanyaan yang saya ajukan sendiri. Itu sebabnya saya termasuk orang yang suka berbicara sendirian. Sekarang sudah saya lakukan dengan suara keras apabila ada suami. Saya akan berbicara dalam hati supaya dia tak terganggu dengan aktivitas saya tersebut. Kadang kala masih dia menemukan saya yang berbicara sendiri saat dirundung masalah. Hahahaha...


Bingung mau minta saran sama siapa? Tanya sama diri sendiri saja.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…