Langsung ke konten utama

Apa Kabar Target Menulis?


Hahahaha…

Kalau membaca judulnya saja sudah jleb banget. Yap banyak target menulis yang harus saya buat. Sudah tiga minggu lewat dari Januari. Seharusnya targetnya sudah tersusun rapi jadwalnya. Jadi tak ada ceritanya bingung mau menulis apa atau mau melakukan kegiatan apa lagi di rumah. Sayangnya manusia hanya bisa membuat target dan biasanya kita hanya bisa mencapai setengah dari yang kita targetkan. Makanya bikin target itu tinggi-tinggi. Jadi usaha kita juga akan menjadi lebih keras dikerahkan untuk mencapai target tersebut.

Buatlah target yang terdengar tak mungkin. Suatu hari saat tak tercapai itu adalah sesuatu yang wajar. Sebab itu mustahil. Namun akan sangat menyenangkan jika ternyata target yang kita buat dan bagi sebagian orang adalah sesuatu yang tak mungkin untuk dilakukan. Bukankah seharusnya kita melakukan banyak hal yang tak mungkin di dunia ini. Lalu tertawa karena telah melakukan hal tersebut? Bersyukur dan bersabar di dalam hidup ini agar kita lebih bahagia. Kunci kebahagiaan yang terdengar sederhana tapi kompleks saat sudah dihadapkan pada hati dan pikiran kita sendiri.

Sebagai pengingat diri sendiri. Saya membuat tulisan ini. Apa kabar target menulis yang sudah saya simpan di kepala sejak tahun 2013 lalu?

Rasanya sayang jika banyak waktu yang terlewatkan tanpa menulis. Banyak hal yang sebenarnya bisa kita sampaikan di blog atau dicetak dalam bentuk buku. Syukur-syukur jika bisa diterima di penerbit mayor sehingga tulisan kita akan lebih banyak tersebar di negara kita. Walaupun masuk ke penerbit mayor bukan berarti kita akan langsung terkenal dan mendapatkan uang yang banyak.


Kali ini saya harus membuat manajemen waktu yang lebih efektif untuk membuat target menulis berikutnya tercapai. Akhir-akhir ini memang kondisi kurang fit dan tugas negara lebih penting dari segalanya. Tugas seorang istri tetap harus didahulukan dari tugas yang lain bukan?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma