Langsung ke konten utama

Waw Iklannya...


Honeylizious.com – Calon presiden RI yang siap dipilih tahun depan kayaknya banyak sekali mengeluarkan uang buat biaya iklan. Ternyata tak hanya di televisi yang dijajah dengan wajahnya dan iklannya berbagai versi. Saat browsing ternyata iklannya juga masuk ke situs sosial yang biasanya saya hampiri. Belum lagi buzzer di twitter yang juga sempat saya lihat mengiklankan beliau ini.

Jujur ada satu yang cukup menyebalkan iklannya. Sangat mengganggu. Rakyat Indonesia sudah penat dengan janji manis pemimpinnya. Terlalu banyak hal yang dijanjikan lalu tak diwujudkan. Apakah semua calon presiden diciptakan hanya untuk menjadi orang yang mengobral janji ke mana-mana? Lalu saat berada di tampuk pemerintahan hanya menghamburkan uang negara? Saya rasa calon-calon presiden Indonesia ini harus mengubah strategi kampanyenya. Dibandingkan memenuhi layar kaca dengan biaya yang tidak sedikit lebih baik mendatangi Kalimantan dan memperbaiki jalan yang ada.

Bukan hanya Kalimantan Barat yang butuh jalan yang mulus tetapi juga Kalimantan yang lain. Sumbangkan uang untuk iklannya ke Gerakan Rp1.000 Untuk Jalan Sanggau. Setidaknya tidak terpilih pun, ada amal yang pahalanya terus berlipat ganda selama jalan tersebut masih digunakan oleh orang banyak dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Seumur hidup akan diingat oleh warga yang bisa merasakan jalan mulus tersebut.


Bukankah seperti itu jauh lebih baik, jauh lebih nyata?

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan