Langsung ke konten utama

Umak Bilang


Honeylizious.com – Saya baru sadar bahwa saya dilahirkan dari seorang ibu yang sangat optimis di dalam hidupnya. Tak ada kata menyerah dan kalah. Itu sebabnya saya menjadi seperti yang sekarang dikenal orang. Selalu berusaha keras mendapatkan apa yang dia inginkan. Kalau gagal coba lagi. Gagal coba lagi sampai berhasil.

Kejadian yang paling mengesankan itu saat saya melaporkan keberuntungan saya mendapatkan sebuah sepeda motor dari LINE. Banyak orang yang mendengar saya mendapatkan hadiah sepeda motor pasti mengatakan, selamat. Tapi ibu saya berbeda. Dia dengan bersemangatnya mengatakan untuk ikut lomba lain lagi. Kalau bisa lomba yang berhadiah rumah.

Saat itu saya berpikir bahwa ibu saya pasti bercanda. Yakin sekali dia mengatakan bahwa saya harus ikut lomba yang berhadiah rumah? Memangnya saya pasti menang. Itu yang ada di dalam kepala saya saat mendengar dia bicara demikian. Begitu pula di lomba-lomba yang saya ikuti kemudian.

Dia selalu mengatakan: “Kita ikut lomba itu untuk menjadi Juara 1. Ucapan adalah doa. Berdoalah untuk menjadi Juara 1.”


Padahal waktu itu, jangankan juara 1, juara 3 saja hadiahnya sudah 10juta. Tetapi karena ibu saya terus saja memberikan semangat ya saya doanya jadi 'semoga Juara 1' dan ternyata doanya terkabul. Padahal saya tidak yakin saya akan juara 1. Sekarang saya juga selalu percaya dengan ucapan ibu saya untuk berdoa itu yang paling tinggi. Kali ini juga berdoa semoga Juara 1 lagi di lomba yang berbeda.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan