Langsung ke konten utama

Ternyata Bukan Penghargaan atau Pengakuan yang Dibutuhkan

Honeylizious.com – Tahun ini ada sebuah penghargaan lagi yang ditawarkan untuk edisi tahun 2014. Saya tidak akan menyebutkannya. Walaupun sebenarnya tahun 2013 kemarin saya masuk berapa besar gitu deh. Saya lupa juga. Saya sengaja sebenarnya tidak mendaftarkan diri untuk tahun 2014. Sebab setelah memikirkannya berkali-kali, saya sadar satu hal. Saya menulis karena saya menyukainya.

Bukan karena ingin mendapatkan penghargaan atau pengakuan. Beda cerita kalau saya ikut lomba. Itu ceritanya memang tergiur hadiah atau menghormati penyelenggara yang mengadakan. Ada lomba yang membuat saya bersemangat sekali walaupun hadiahnya kecil. Ada pula yang membuat saya mati rasa padahal hadiahnya lumayan.

Sejak dulu saya memang selalu menghindar untuk bergabung terlalu dekat dengan komunitas mana pun. Saya lebih suka dikenal sebagai diri saya sendiri. Bukan pendiri komunitas tertentu. Itu sebabnya saya berkali-kali hanya tersenyum saat diminta menjadi koordinator sebuah komunitas. Walaupun ada beberapa orang yang ingin sekali saya masukkan dalam sebuah perkumpulan bersama saya.

Dare Blogger Pontianak. Isinya perempuan Pontianak yang ngeblog seperti saya. Tapi memang lebih nyaman sendirian ngeblognya. Saya kadang akan sangat kesulitan menyesuaikan dengan banyak orang. Menyesuaikan waktu yang paling pasti. Takutnya lagi saya tak bisa memimpin dengan baik. Lebih suka memimpin diri sendiri saja.


Pada akhirnya, dapat penghargaan atau tidak saya tetap akan menulis. Menulis setiap hari. Melatih diri dengan keras. Bukan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Tapi penghargaan dari diri sendiri untuk lebih mencintai hidup ini dengan menuliskannya di blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan