Langsung ke konten utama

Stop Asking 'Why'


Honeylizious.com – Memberikan tanda tanya saat kita telah menuliskan tiga huruf yang membutuhkan jawaban 'karena' memang menunjukkan ketidakpuasan kita. Ketidakbersyukuran kita atas sesuatu. Biasanya yang mendapat pertanyaan tiga huruf 'w-h-y' yang ajaib itu adalah Tuhan. Saat kita tak mendapatkan keinginan kita. Kecewa karena akan satu hal. Kita dengan mudahnya mempertanyakan 'mengapa Tuhan?'.

Berapa kalipun kita bertanya dengan pertanyaan yang berawalan 'why' sudah dapat dipastikan kita sendiri akan menemukan jawaban 'karena'. Tuhan tak perlu berbicara langsung dengan kita. Dia tahu kita akan dengan mudahnya membuat alasan untuk semua pertanyaan kita sendiri.

Kita memang kadang suka lupa mensyukuri banyak hal yang diberikan oleh Tuhan. Kita terlalu terbiasa mendapatkan asupan oksigen tanpa perlu Tuhan tanyakan pada kita 'mengapa Aku harus memberikan oksigen padamu?'. Kita juga terlalu manja dengan banyaknya air yang keluar dari keran setiap kali kita membukanya tanpa perlu Tuhan bertanya 'mengapa Aku harus membiarkan kamu memiliki air di dunia ini?'. Masih banyak hal lagi yang Tuhan berikan tanpa perlu mempertanyakan alasan yang tepat untuk-Nya memberikan itu semua.


Sebab Tuhan tak butuh 'karena'. Berhentilah bertanya pada Tuhan dengan rasa tidak puas kita. Dengan mudahnya kita menanyakan padanya 'why God?'. Mengapa seperti ini Tuhan? Dia punya alasan yang akan kita temukan sendiri. Dibandingkan terus bertanya mengapa kita tak kita cari hal-hal yang membuat kita mensyukuri semua yang diberikan pada kita. Apa pun itu. Sebab masih banyak anugerah yang terus dia berikan pada kita tanpa menanyakan apa-apa. Sebab dia tahu apa yang kita butuhkan dan sama sekali tidak kita butuhkan.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan