Langsung ke konten utama

Setiap Kehidupan Ada Penderitaannya


Honeylizious.com – Dulu, dulu sekali, saya memang pernah menjadi manusia yang sama seperti banyak orang di dunia ini. Suka mengeluh. Ada saja yang kurang dalam kehidupan ini. Melihat orang lain lebih beruntung dari saya sendiri. Rasanya saya yang menjadi orang yang paling menderita di dunia ini. Padahal semuanya kembali lagi pada keinginan kita sendiri. Apakah kita memilih untuk bersyukur atau malah mengeluh dengan keadaan?

Kalau memang tak suka dengan keadaan yang sekarang kita alami sebenarnya yang paling baik kita lakukan adalah dengan mengubahnya. Bukankah Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tak berusaha untuk mengubahnya. Semuanya kembali lagi pada kita. Berkeluh-kesah saja atau berusaha untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang membuat kita bisa mencapai kehidupan yang kita inginkan.

Walaupun sebenarnya kita sebagai manusia tak akan pernah merasa puas dengan keadaan yang kita dapati di dalam hidup kita. Memang sudah fitrah kita sebagai manusia untuk tidak puas begitu saja dengan apa yang kita punya. Seperti pepatah yang mengatakan sudah diberi betis minta paha. Sudah diberi jantung minta hati. Awalnya kita berharap A, saat A sudah di tangan dan kita genggam, ada lagi yang kita inginkan. Sebenarnya sih dengan ketidakpuasan tersebut kita menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih lagi.

Namun satu hal yang tak boleh kita lupakan. Mau kita mendapatkan satu hal saja. Atau malah mendapatkan semua yang kita harapkan, untuk membuat segalanya menjadi lebih berarti hanya dengan melihat ke bawah dan mensyukurinya. Melihat ke belakang sejenak untuk menemukan diri kita yang sebelumnya tak memiliki banyak hal yang sekarang kita miliki. Melihat betapa banyak orang di sekitar kita yang hidupnya masih penuh dengan kekurangan tetapi malah terlihat lebih tenang dan bahagia.


Barangkali mereka memang lebih mudah mensyukuri anugerah yang mereka dapatkan dalam kehidupan ini. Sekecil apa pun itu.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan