Langsung ke konten utama

Seberapa Besar Semangatmu di Awal? (1)


Honeylizious.com – Menulis adalah proses panjang sebenarnya. Walaupun barangkali banyak yang menganggap bahwa banyak orang yang tiba-tiba saja bisa mendapatkan ide dengan secepat kilat. Bahkan menyelesaikannya dalam hitungan waktu yang banyak orang akan beranggapan adalah hal yang tidak mungkin.

Buat teman-teman yang sekarang sedang menyelesaikan sebuah tulisan lalu tak selesai-selesai. Menyalahkan kekurangan waktu. Menyalahkan kesibukan. Kemudian melihat orang lain yang menyelesaikan tulisannya, sama sibuknya, sama kekurangan waktunya. Ternyata bisa mencapai bagian akhir tulisannya.

Sekarang saya sudah menikah dan ternyata kegiatan ngeblog saya tetap bisa saya lakukan setiap hari. Disisa waktu yang memang semakin sempit dibandingkan sebelumnya. Waktu istirahat yang menjadi berkurang karena memang ada hal-hal yang harus saya selesaikan sebagai seorang istri. Dulu saya memang tidak memasak, tidak mencuci pakaian, dan tentu saja tidak mencuci piring. Sebab saya makan di luar. Mencuci pakaian di laundry kiloan yang memang jauh lebih praktis.

Saya hanya menulis setiap hari di blog. Di dalam kamar yang sempat saya sebut menjadi room sweet room. Bagaimana bisa sekarang saya tetap menyelesaikan banyak tulisan saat saya sudah menjadi istri. Katakanlah akan ada yang meragukan saya menulis lagi saat sudah punya anak bayi yang butuh ASI selama dua tahun penuh. Tetapi sekarang saya hanya bisa terus meyakinkan diri saya bahwa saya akan tetap menulis.

Sebab menulis adalah proses pembelajaran yang panjang. Sangat panjang. Saya tidak menulis 1 jam lalu tulisan tersebut mendapat banyak penghargaan atau dinilai jutaan rupiah oleh orang lain. Sebelum saya mampu menulis 1 artikel dalam hitungan 10-15 menit untuk 2-3 halaman, ada proses panjang yang telah saya lalui. Proses yang menurut saya adalah harga mati untuk mendapatkan kemampuan menulis saya yang sekarang.


Jauh dari sempurna. Jauh dari 'wah'. Jauh dari segala hal yang menurut orang lain sekelas sastrawan ternama. Setidaknya saya terus mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan